Rosan Mengungkapkan Penandatanganan I-EU CEPA Dijadwalkan Bulan September
Kemitraan ini menciptakan pasar besar dengan menggabungkan penduduk kedua kawasan yang berjumlah lebih dari 700 juta orang
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa atau I-EU CEPA direncanakan untuk ditandatangani pada bulan September mendatang.
“Rencana ini diharapkan dapat segera ditandatangani pada bulan September dan diratifikasi secepat mungkin,” ujar Rosan saat menyampaikan keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Rosan menambahkan bahwa nilai perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa berpotensi meningkat dari 30 miliar dolar AS menjadi 60 miliar dolar AS setelah penerapan perjanjian I-EU CEPA.
Dia menekankan bahwa kemitraan baru ini akan membuka pasar besar dengan menggabungkan populasi kedua wilayah, mencapai lebih dari 700 juta orang.
“Ini adalah langkah yang sangat positif, mengingat perdagangan dan investasi dengan negara-negara Eropa sangat signifikan,” lanjut Rosan.
Setelah menemani Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa António Costa, Rosan juga mendampingi Presiden dalam pertemuan di Paris, Prancis.
Di Paris, sejumlah agenda telah dijadwalkan, termasuk pertemuan antara pengusaha dan mitra dari Prancis dan Inggris, yang diselenggarakan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie.
Berdasarkan data yang diperoleh, nilai perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa mencapai 30,1 miliar dolar AS pada 2024, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai 17,5 miliar dolar AS.
Dalam pertemuan di Markas Komisi Eropa, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan bahwa pembahasan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa telah selesai setelah negosiasi selama sekitar satu dekade.
“Hari ini, kami telah mencapai terobosan penting setelah bernegosiasi selama 10 tahun, menyelesaikan perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA) yang pada dasarnya adalah perjanjian pasar bebas. Kami telah menyetujui banyak hal yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ungkap Presiden Prabowo.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE.









