Rupiah Tertekan Akibat Data Ketenagakerjaan AS yang Lebih Kuat dari Prediksi
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Lukman Leong, seorang analis mata uang dari Doo Financial Futures, memprediksi bahwa nilai tukar Rupiah akan tertekan mengikuti data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang lebih kuat dari prediksi sebelumnya. Hal ini memperkecil peluang pemotongan suku bunga.
“Nilai tukar Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang mengalami rebound setelah data NFP AS mengungguli perkiraan, yang mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed,” ujarnya kepada BERITA HARIAN ONLINE di Jakarta, Jumat.
Berdasarkan laporan dari Anadolu Agency, perekonomian AS menambah 147 ribu pekerjaan pada Juni 2025, melampaui ekspektasi pasar yang hanya 111 ribu.
Revisi juga dilakukan pada penambahan pekerjaan Mei 2025, meningkat sebanyak 5 ribu dari 139 ribu menjadi 144 ribu.
Selain itu, tingkat pengangguran mengalami penurunan kecil menjadi 4,1 persen pada Juni, dari 4,2 persen di Mei, yang lebih rendah dari proyeksi. Jumlah pengangguran tetap stabil di angka 7 juta pada Juni, sementara tingkat partisipasi tenaga kerja berada pada 62,3 persen.
Rasio pekerjaan terhadap populasi tetap stabil di 59,7 persen pada Juni.
Jumlah orang yang tidak termasuk dalam angkatan kerja tetapi menginginkan pekerjaan pada Juni sedikit berubah di angka 6 juta.
“Namun, pelemahan mungkin tidak terlalu dalam setelah Kongres AS mengesahkan RUU megabill Trump yang diharapkan bisa menekan dolar AS,” tambah Lukman.
Pada Kamis (3/7), DPR AS meluluskan RUU pemotongan pajak dan belanja besar-besaran. RUU ini kini berada di meja Presiden AS Donald Trump untuk disetujui.
Aturan yang disetujui dengan suara 218 berbanding 214 ini akan mewujudkan banyak tujuan kebijakan domestik Trump menjadi hukum, sambil menambah utang negara sebesar 3,4 triliun dolar AS.
Trump menyatakan akan menandatangani RUU tersebut pada pukul 5 sore waktu setempat hari ini.
Mengacu pada faktor-faktor tersebut, nilai tukar Rupiah diprediksi berkisar antara Rp16.150 hingga Rp16.250 per dolar AS.
Nilai tukar Rupiah pada pembukaan perdagangan hari Jumat pagi di Jakarta melemah 26 poin atau 0,16 persen menjadi Rp16.221 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp16.195 per dolar AS.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE.









