Home / Berita / Mewujudkan Masa Depan Cerah Melalui Pendidikan dengan PKH

Mewujudkan Masa Depan Cerah Melalui Pendidikan dengan PKH

sebuah asa pendidikan lebih baik melalui pkh bagi masa depan

Mewujudkan Masa Depan Cerah Melalui Pendidikan dengan PKH

Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, menjadi saksi atas perubahan yang positif dalam kehidupan warganya, terutama dalam hal pendidikan. Hasanah, seorang ibu berusia 53 tahun, merasakan manfaat langsung dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang memungkinkan anaknya untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

PKH, sebuah program pemberian bantuan sosial bersyarat, telah menjadi harapan baru bagi keluarga-keluarga kurang mampu di Kabupaten Jember. Dengan bantuan ini, anak-anak dari keluarga tersebut dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus terhambat oleh biaya yang mahal. Hasanah, yang bekerja sebagai buruh cuci baju, dan suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan, kini dapat melihat masa depan yang cerah untuk anak-anak mereka berkat PKH.

Manfaat PKH

PKH tidak hanya membantu dalam hal pendidikan, tetapi juga memberikan motivasi kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk terus bersekolah dan meraih cita-cita mereka. Bantuan sebesar Rp1,5 juta per tahun yang diberikan setiap tiga bulan, yakni sebesar Rp375.000, digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, seperti seragam, tas, sepatu, dan buku-buku pelajaran.

Inayatul Hidayah, warga Desa Gugut, juga merasakan manfaat dari PKH. Ia bekerja sebagai buruh jahit dan suaminya bekerja di sebuah toko sepeda di pasar tradisional. Dengan bantuan PKH, mereka dapat memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka tanpa harus mengganggu keuangan keluarga.

Graduasi dan Kemandirian

Koordinator PKH Kabupaten Jember, Hariyono, mengatakan bahwa banyak KPM yang sangat merasakan manfaat dari PKH. Keluarga-keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan perlahan-lahan dapat bangkit untuk lebih mandiri. Beberapa keluarga penerima PKH juga didorong untuk melakukan graduasi mandiri, yakni berhasilnya KPM melepaskan diri dari bansos PKH dengan cara berwirausaha, berdagang, atau membuat keterampilan.

Yesi Wahyuni, warga Desa Gugut, yang menerima bantuan PKH sejak 2016, kini sudah memiliki toko kelontong yang menjual bahan pokok dan makanan ringan di rumahnya. Ia mengaku bahwa bantuan PKH memberikan suntikan semangat bagi keluarganya untuk terus menyekolahkan anak-anaknya.

Dengan demikian, program bansos PKH mampu menumbuhkan harapan, semangat, dan motivasi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup yang layak bagi keluarganya dengan mengenyam pendidikan hingga jenjang yang tinggi.

Tag:

Category List

Social Icons