Home / Kesehatan / Peran PMO dalam Mendukung Kepatuhan Pasien TBC Mengonsumsi Obat

Peran PMO dalam Mendukung Kepatuhan Pasien TBC Mengonsumsi Obat

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kepatuhan dalam pengobatan tuberkulosis (TBC) membutuhkan kehadiran individu yang dapat mengawasi pasien mengonsumsi obat secara konsisten, yang dikenal sebagai pengawas menelan obat (PMO).

“Karena itu, kita sebenarnya memiliki program di mana ada pihak yang membantu memberikan obat, yakni PMO atau pengawas menelan obat. Kami berupaya agar ada seseorang dari keluarganya atau orang terdekat yang dapat memastikan pasien meminum obat setiap hari,” ungkap Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) kepada BERITA HARIAN ONLINE di Jakarta, Selasa.

Menurut guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (DPKR), peran anggota keluarga ini sangat penting dalam memantau kepatuhan pasien TBC untuk meminum obat sesuai resep setiap hari tanpa terputus. Ia menyarankan agar PMO berasal dari keluarga serumah, tetangga, atau kerabat terdekat.

“Karena memang pengobatannya lama, bisa enam hingga sembilan bulan, kadang-kadang pasien merasa bosan,” jelas beliau.

Apabila pasien TBC berhenti mengonsumsi obat, hal ini dapat mempengaruhi durasi pengobatan berikutnya yang harus dimulai dari awal sehingga waktu pengobatan menjadi lebih lama. Oleh karena itu, menyelesaikan pengobatan TBC yang pertama sangat penting.

Dengan demikian, di samping kepatuhan pasien, peran PMO yang memantau pasien saat mengonsumsi obat diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengawasan pasien TBC. Pasalnya, PMO adalah figur yang bekerja tanpa bayaran atau mengawasi secara sukarela.

Dokter di Rumah Sakit Persahabatan ini juga menjelaskan bahwa pengobatan TBC bagi ibu hamil tetap aman kecuali penggunaan obat suntik streptomisin yang harus dikonsultasikan dengan dokter kandungan.

“Banyak pasien TBC yang dalam kondisi hamil dapat melahirkan secara normal, tetap meminum obat. Kadang-kadang mereka tidak menyadari sudah hamil namun tetap melanjutkan obat dan alhamdulillah, lahirannya aman-aman saja,” tambahnya.

Gejala TBC biasanya ditandai dengan batuk selama dua bulan, penurunan nafsu makan, dan berat badan yang menurun. Gejala lainnya termasuk demam yang tidak terlalu tinggi di sore hari, keringat malam hingga pakaian basah, serta rasa lelah, letih, lesu, dan lemah.

“Kemungkinan ada gejala lain seperti nyeri dada atau batuk berdarah, namun yang umum adalah gejala tersebut. Gejala ini bisa muncul semuanya, bisa juga tidak, atau mungkin hanya satu saja, bergantung pada tingkat keparahan atau kondisi pasien,” tutup Profesor Faisal Yunus.

Tag:

Category List

Social Icons