Home / Ekonomi / Produksi Garam K-SIGN di Rote Ndao-NTT Ditargetkan Capai Lima Juta Ton

Produksi Garam K-SIGN di Rote Ndao-NTT Ditargetkan Capai Lima Juta Ton

target produksi garam k sign di rote ndao ntt bisa capai lima juta ton

Produksi Garam K-SIGN di Rote Ndao-NTT Ditargetkan Capai Lima Juta Ton

Luas lahan mencapai 10 ribu hektare, sehingga seharusnya dapat mendukung produksi hingga lima juta ton

Labuan Bajo – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa target produksi garam di Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang didirikan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, bisa mencapai lima juta ton.

“Dengan luas lahan sebesar 10 ribu hektare, angka itu seharusnya cukup untuk mencapai produksi lima juta ton,” ujarnya di Labuan Bajo, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan saat beliau melakukan kunjungan ke Desa Warloka Pesisir untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, ditemani oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya Trian Yunanda.

Menteri Trenggono menuturkan bahwa pembangunan K-SIGN di daerah paling selatan Indonesia ini dilakukan karena Indonesia saat ini masih mengimpor garam dari luar negeri.

Pembangunan K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao diharapkan dapat memenuhi kebutuhan garam domestik.

“Pada akhir 2027, sesuai dengan komitmen kepada Bapak Presiden, karena ditugaskan untuk mencapai swasembada, kita tidak boleh lagi mengimpor, yang berarti kita harus bisa memenuhi kebutuhan garam lokal,” jelasnya.

Trenggono menambahkan bahwa Rote Ndao juga dikenal memiliki kualitas garam terbaik berdasarkan hasil uji salinitas dan tes laboratorium lainnya.

“Kami telah menemukan lokasi terbaik di Rote, di mana terdapat danau dengan hasil uji laboratorium yang menunjukkan salinitas dan parameter lainnya cukup baik,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang dibangun di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, berpotensi membuka lapangan kerja bagi lebih dari 26.600 orang.

“Saya sangat terkesan dengan potensi wilayah ini, karena saya membayangkan bahwa lebih dari 26.600 orang akan bekerja di industri ini,” ujar Trenggono di Rote Ndao, NTT.

K-SIGN tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi positif di Kabupaten Rote Ndao.

Trenggono menambahkan bahwa dampak ekonomi tidak hanya terbatas pada pekerja inti K-SIGN, tetapi juga sektor pendukung seperti pedagang, tukang parkir, dan penjual ikan, yang dapat menyerap lebih dari 50.000 tenaga kerja.

Untuk pembangunan K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp2 triliun.

Trenggono menargetkan penyelesaian tahap pertama pembangunan K-SIGN pada tahun ini, sehingga produksi dapat dimulai awal tahun 2026.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menetapkan lokasi pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional Tahun 2025-2026 di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luas 10.764 hektare, sesuai Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2025.

Tag:

Category List

Social Icons