TNI Tingkatkan Kemampuan Berlayar Taruna AAL Melalui Kartika Jala Krida
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan navigasi laut para taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam acara Kartika Jala Krida yang dijadwalkan pada Agustus 2025.
“Para taruna AAL harus mengaplikasikan pelayaran astronomi menggunakan bintang. Selain itu, mereka juga harus mahir dalam penggunaan layar dan memahami navigasi modern seperti radar, GPS, dan perangkat navigasi lainnya,” ungkap Ali di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu.
Pengalaman ini penting bagi taruna karena acara tersebut menjadi kesempatan untuk belajar navigasi dan berperan sebagai awak kapal selama pelayaran.
Ali menambahkan bahwa Kartika Jala Krida juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi para taruna AAL setelah mendapatkan teori sebelumnya.
Acara ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan tetapi juga menawarkan peluang bagi taruna AAL untuk memperluas jaringan diplomasi internasional dengan keterlibatan siswa angkatan laut dari berbagai negara.
Dalam hal persiapan kapal dan logistik, Ali menjamin semuanya telah siap. Dua kapal, yaitu KRI Bima Suci dan KRI Semarang-594, akan digunakan oleh para perwira AAL.
Ali berharap kegiatan ini berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat positif bagi para taruna TNI AL.
Sebelumnya, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, Panglima Komando Armada RI, menyampaikan kepada Antara pada Rabu (18/6) bahwa dua KRI telah disiapkan untuk acara Kartika Jala Krida tahun ini.
Denih menyebutkan bahwa KRI Bima Suci akan melakukan pelayaran selama 60 hari, mulai 1 Agustus hingga 30 September 2025, dengan rute yang meliputi Surabaya, Jakarta, Padang, Penang, Sattahip, Brunei Darussalam, Tarakan, Makassar, dan kembali ke Surabaya.
“KRI Bima Suci akan mengangkut taruna AAL 97 dan 50 orang peserta Asean Plus Cadet Sail (APCS) yang berasal dari negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, Laos, Timor Leste, Kamboja, Filipina, Singapura, Thailand, Australia, Jepang, India, Italia, Turki, Jerman, Inggris, Rusia, China, dan Korea,” jelas Denih.
Sementara itu, KRI Semarang-594 akan berlayar selama 35 hari dari 11 Agustus hingga 15 September 2025 dengan rute Surabaya – Lombok – Timor Leste – Bitung – Brunei Darussalam.
Hingga saat ini, persiapan telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelayaran, termasuk logistik, pelatihan awak kapal, dan peningkatan kualitas KRI.








