Tim Bantuan dan Rehabilitasi Mahasiswa Hanyut Dikerahkan oleh UNG
Gorontalo (BERITA HARIAN ONLINE) – Eduart Wolok, Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menyampaikan bahwa tim telah dikerahkan untuk menangani dan merehabilitasi mahasiswa yang menjadi korban hanyut akibat banjir bandang di Sungai Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Selasa.
Kami sangat berduka atas musibah ini dan akan mendukung semua proses yang diperlukan untuk penanganan korban.
Sepuluh mahasiswa dari Jurusan Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) terlibat dalam insiden ini saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di wilayah tersebut.
Menurut Eduart, langkah rehabilitasi terhadap luka dan trauma yang dialami mahasiswa telah disiapkan.
Koordinasi terus dilakukan UNG dengan tim SAR di lokasi untuk mendapatkan perkembangan terbaru.
Dari sepuluh korban, dua di antaranya meninggal dunia yaitu Alfateha Ahdania Ahmadi dari Ratatotok, Sulawesi Utara dan Sri Maghfira Mamonto dari Inobonto, Sulawesi Utara.
Korban selamat, Fiqri Fariz K Pakaya dari Palele, Sulawesi Tengah, dan Risman Ahmad dari Taliabu Maluku Utara, mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RSUD Tombulilato Bone Bolango.
Saat ini, korban yang masih dalam proses evakuasi adalah Sukirman Satar dari Kambani, Sulawesi Tengah, Nirmawati Musa dari Buntulia Gorontalo, Lisda B Laindjong dari Buol Sulawesi Tengah, Ahmad Firli Aprilio Mamonto dari Kotamobagu Sulawesi Utara, dan Alif Rahmat Sandhi dari Isimu, Gorontalo.
“Satu orang masih dalam pencarian, yaitu mahasiswi bernama Regina Malaka dari Buntulia, Gorontalo,” ujarnya.
Rosbin Pakaya, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) sekaligus Ketua Pusat KKN UNG, menjelaskan bahwa sepuluh mahasiswa tersebut melakukan pemetaan di wilayah perbukitan desa sejak pukul 10.00 Wita.
Usai kegiatan sekitar pukul 16.00 Wita, mereka turun menuju perkampungan, namun di perjalanan mereka diterjang banjir bandang.
“Saat kejadian, mereka terpisah; beberapa terseret arus, ada yang tertahan di batu besar, sementara lainnya hilang atau tenggelam,” jelasnya.








