Wakil Gubernur Sumut Mendukung Inisiatif Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Provinsi Sumut terus mengawasi kebijakan subsidi pupuk, penyediaan bibit unggul, dan akses pembiayaan bagi petani
Medan (BERITA HARIAN ONLINE) – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyatakan dukungannya terhadap program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas utama Presiden RI Prabowo Subianto.
“Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan indeks pertanaman dan penggunaan teknologi pertanian modern,” ujar Surya setelah mengikuti Gerakan Menanam Padi Serentak di Desa Sidoharjo I, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, pada hari Rabu.
Menurut Surya, Pemprov Sumut terus mengawasi kebijakan subsidi pupuk, penyediaan bibit unggul, serta akses pembiayaan petani.
Selain itu, mereka juga berfokus pada integrasi hasil panen dengan sistem logistik dan distribusi pangan yang efisien di wilayah Sumatera Utara.
“Untuk mendukung swasembada pangan nasional, hari ini Sumut menanam 1.897 hektare di sentra-sentra pertanian di seluruh kabupaten/kota se-Sumut,” ungkapnya.
Di Desa Sidoharjo I sendiri, lanjutnya, akan ditanami padi seluas 2,5 hektare dan hingga akhir April tahun ini diperkirakan akan menanam seluas 329,8 hektare.
Wakil Gubernur menjelaskan bahwa hingga akhir April, potensi panen padi di Sumatera Utara mencapai 54.498 hektare dengan potensi gabah kering giling sebanyak 180.662 ton. Jumlah ini setara dengan 169.967 ton beras.
“Untuk kebutuhan Sumut di bulan April ini mencapai 145.247 ton, sehingga Sumut mengalami surplus beras sebesar 24.720 ton,” jelas Surya.
Dia mengajak para pengambil kebijakan untuk terus bekerja sama dalam mendukung peningkatan indeks pertanaman padi di Sumatera Utara.
“Ini dilakukan untuk memastikan pendapatan petani terus meningkat, sehingga petani Sumut menjadi lebih produktif, mandiri, dan sejahtera,” tegas Surya.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melalui sambungan virtual menyatakan bahwa gerakan tanam padi serentak ini dilaksanakan di 150 kabupaten di seluruh Indonesia.
“Kita menargetkan luas tanam hingga April 2025 mencapai 1,3 juta hektare, dengan estimasi produksi 7,5 juta ton gabah,” ujarnya.
Presiden RI Prabowo Subianto menambahkan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk mendukung ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia dan meningkatkan pendapatan petani sebagai produsen pangan di Indonesia.
“Ini adalah langkah kita dalam mendukung ketersediaan pangan. Selama kita memproduksi pangan, negara kita akan aman,” jelas Presiden.








