Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Wamenekraf: Film Tingkatkan Kesadaran Publik tentang Cyberbullying
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebutkan bahwa film memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ancaman cyberbullying, yaitu perundungan siber, yang dapat berdampak pada anak-anak dan remaja.
Setelah menyaksikan film “Cyberbullying”, Wamenekraf Irene menyadari bahwa perundungan siber adalah masalah nyata yang perlu diatasi bersama. Menurutnya, film ini menjadi momen refleksi dalam menanggapi isu kekerasan digital terhadap anak-anak dan remaja.
“Film ini memberikan pelajaran tentang proses penyembuhan yang tepat, bukan sekadar liburan, tetapi lebih kepada teknik dan pendekatan yang mendalam. Bahkan, dunia maya dapat menjadi bagian dari solusi jika diisi dengan interaksi yang sehat. Untuk itu, peran guru, orang tua, dan komunitas digital sangatlah penting,” ungkap Wamenekraf Irene.
Kementerian Ekraf terus berupaya memperkuat ekosistem perfilman nasional yang merupakan sektor strategis dalam ekonomi kreatif. Hal ini dilakukan dengan aktif berperan sebagai penghubung antara sineas dan mitra strategis.
“Harapannya, semakin banyak sineas dan rumah produksi yang bisa menghadirkan karya berkualitas, memperkuat industri, dan membawa cerita Indonesia ke panggung dunia. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci—baik antar kementerian, dengan komunitas kreatif, maupun pelaku industri,” tambah Irene.
Kementerian Ekraf meyakini bahwa karya kreatif seperti film memiliki kekuatan untuk membuka ruang dialog, membangun empati, dan mendorong tindakan kolektif.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, yang turut hadir dalam acara ini, menegaskan bahwa isu cyberbullying adalah tanggung jawab bersama. Dia menyatakan bahwa semua pihak, mulai dari rumah hingga negara, harus memastikan lingkungan yang sehat bagi generasi muda.
“Cyberbullying bukan hanya tanggung jawab guru atau orang tua, tetapi tanggung jawab kita semua. Yang terpenting adalah membangun ketahanan diri anak sejak dini dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan dukungan semua pihak—terutama keluarga dan lingkungan terdekat,” ujar Veronica Tan.
Film “Cyberbullying” menceritakan tentang Neira Kanjera (13), seorang siswi SMP berprestasi yang hidupnya berubah drastis akibat video viral yang menuduhnya melakukan hal yang tidak pantas. Hujatan publik membuat Neira terpuruk hingga dipindahkan ke rumah kakeknya di pinggiran kota.
Di sana, dia perlahan bangkit dengan membentuk komunitas kecil dan belajar kembali percaya pada dirinya sendiri hingga akhirnya berani menghadapi masa lalunya.







