Home / Lingkungan / Wamenpar Tingkatkan Kerja Sama dengan Pemda untuk Capai Kembali Green Card UNESCO di Toba

Wamenpar Tingkatkan Kerja Sama dengan Pemda untuk Capai Kembali Green Card UNESCO di Toba

wamenpar perkuat kolaborasi pemda bidik lagi green card unesco toba

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Wamenpar Tingkatkan Kerja Sama dengan Pemda untuk Capai Kembali Green Card UNESCO di Toba

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa memperkuat kerja sama dengan kepala daerah di sekitar Danau Toba serta instansi terkait sebagai langkah nyata untuk mengembalikan status Green Card UNESCO bagi Geopark Kaldera Toba.

“Dua tahun proses telah kita lalui dan berbagai persiapan telah dilakukan. Semoga semua berjalan sesuai rencana dan menghasilkan hasil yang positif,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa dalam pernyataannya yang diterima pada hari Minggu.

Wamenpar Ni Luh menekankan pentingnya kesamaan visi, komitmen yang kokoh, dan rencana aksi yang terkoordinasi untuk mendapatkan kembali Green Card dalam proses revalidasi ini.

UNESCO memberikan empat rekomendasi untuk revalidasi Green Card, meliputi peningkatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel informasi edukatif di seluruh area geopark, penguatan warisan budaya lokal, serta keaktifan badan pengelola dalam mengadakan kegiatan nasional dan internasional.

Wamenpar Ni Luh meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera memperbaiki, melanjutkan, dan mengevaluasi langkah yang telah diambil, termasuk mengidentifikasi akar permasalahan, meninjau kemajuan perbaikan, dan memetakan pekerjaan yang belum selesai.

“Kita juga harus segera menyelaraskan dan meningkatkan semua program kerja kita, termasuk melaporkan kegiatan Gerakan Wisata Bersih yang telah dilakukan di dua lokasi yaitu Amphiteater Waterfront City Pangururan pada 4 Mei 2025 dan Pantai Bebas Parapat pada 5 Mei 2025,” katanya.

Wamenpar Ni Luh juga menyarankan agar daerah dan instansi terkait mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga Kaldera Toba, seperti memberikan edukasi tentang kebiasaan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di sekitar area geosit dan menjaga kebersihan di area tersebut.

Ia juga mengusulkan pembentukan tim patroli atau satgas khusus untuk menangani masalah ini dan memberikan pelatihan kepada mitra UMKM agar siap menjawab pertanyaan saat kedatangan Asesor UNESCO pada revalidasi yang akan berlangsung dari 21 hingga 25 Juli 2025.

Bagi Ni Luh, status Green Card bukan sekadar label, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah untuk masyarakat di sekitar Danau Toba yang akan membawa banyak kunjungan wisatawan, lebih banyak investasi, peluang ekonomi yang lebih besar, dan yang terpenting, pelestarian alam dan budaya Danau Toba yang berharga.

“Saya yakin, dengan semangat kerja sama, dedikasi, dan komitmen kuat dari kita semua, kita bisa menghadapi tantangan ini. Mari kita jadikan momen revalidasi 2025 sebagai titik balik untuk kebangkitan Geopark Kaldera Toba,” kata Wamenpar.

General Manager Badan Pengelola Geopark Azizul Kholis menjelaskan berbagai persiapan yang dilakukan untuk kegiatan revalidasi Geopark Kaldera Toba dengan mengundang Professor Soojae Lee dari Korea sejak 11 hingga 13 Juli dan menyiapkan laporan Pemprov Sumut tahun 2024 dalam bahasa Inggris.

Pengelola geopark juga akan membuat penjelasan tentang geosite dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak sekolah yang akan berkunjung.

Tag:

Category List

Social Icons