Wakil Menteri Pertanian: Fokus Utama Pemerintah dalam Pembangunan Pertanian
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menekankan bahwa semua program pembangunan pertanian diarahkan pada tiga fokus utama pemerintah sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inklusif.
“Program pemerintah ditujukan untuk tiga tujuan utama, yaitu investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan,” ujar Wamentan saat meresmikan dan meninjau fasilitas biogas PT Greenfields Dairy Indonesia (Greenfields Indonesia) di Blitar, Jawa Timur, Sabtu.
Wamentan Sudaryono, yang juga dikenal sebagai Mas Dar, menyebutkan bahwa pembangunan pertanian, termasuk penguatan industri susu, menjadi contoh nyata bagaimana sektor pertanian dapat meningkatkan investasi nasional, baik dari luar negeri maupun dari pelaku usaha lokal.
Selain investasi, tambahnya, pembangunan pabrik susu juga membuka peluang kerja baru, baik dalam skala industri maupun di sektor kemitraan dengan peternak lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok produksi.
“Investasi dalam pabrik susu menjadi target untuk meningkatkan jumlah investasi di Indonesia. Investasi tersebut tidak harus berasal dari luar negeri, namun juga dari dalam negeri,” ungkap Wamentan.
Program pembangunan pertanian juga bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dengan memperluas akses ekonomi masyarakat desa melalui kegiatan produksi dan distribusi komoditas hasil pertanian.
Wamentan memastikan langkah ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pertanian sebagai sektor strategis penggerak utama ekonomi rakyat Indonesia.
“Jika ada pabrik susu di suatu tempat, maka di situ ada penciptaan lapangan kerja, baik di pabriknya maupun melalui kemitraan yang diharapkan semakin banyak,” tambah Wamentan.
Sudaryono juga menyoroti pentingnya pemanfaatan limbah ternak sapi sebagai energi terbarukan atau biogas, serta penguatan kemitraan antara peternak rakyat dan industri pengolahan susu lokal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Limbah kotoran sapi telah lama menjadi masalah. Alhamdulillah, mulai hari ini fasilitas pengolahan limbah Greenfields telah selesai. Limbah kotoran sapi yang difermentasi dan diproses dapat diubah menjadi gas (biogas) yang bermanfaat untuk pembangkit listrik dan kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan limbah peternakan yang terintegrasi dengan pemanfaatan energi terbarukan adalah bagian dari transformasi pertanian dan peternakan modern.
“Mari kita terus berkolaborasi dan berinovasi untuk mewujudkan pertanian yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan demi ketahanan pangan dan energi bangsa,” ujar Wamentan.








