Home / Ekonomi / Weave Mendapatkan Oversubscribe dalam Penerbitan Surat Utang Senilai Rp2,5 Triliun

Weave Mendapatkan Oversubscribe dalam Penerbitan Surat Utang Senilai Rp2,5 Triliun

weave mencetak oversubscribed di penerbitan surat utang rp25 triliun

Weave Mencatatkan Oversubscribe Pada Penerbitan Surat Utang Rp2,5 Triliun

Oversubscribe ini memang telah terjadi dan langsung dihentikan. Mencapai Rp2,5 triliun dalam satu putaran, suatu hal yang jarang terjadi.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Anak perusahaan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yaitu PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) atau dikenal dengan Weave, telah mengeluarkan surat utang berupa Obligasi II dan Sukuk Ijarah I Tahun 2025. Masing-masing bernilai Rp1,25 triliun, menjadikan total mencapai Rp2,5 triliun.

Pada proses penerbitannya, obligasi dan sukuk ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dari para investor.

"Jumlah oversubscribenya berapa? Kami tidak bisa mengungkapkan secara rinci. Namun, yang pasti oversubscribe sudah terjadi dan segera dihentikan. Langsung mencapai Rp2,5 triliun dalam satu putaran, ini sangat jarang terjadi," ujar Direktur Utama RHB Sekuritas, Thomas Nugroho, yang bertindak sebagai Joint-Lead Underwriters (JLU) dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Thomas mengungkapkan bahwa oversubscribe ini terjadi karena dorongan dari investor yang tertarik dengan investasi senilai Rp4 triliun oleh perusahaan telekomunikasi Jepang, NTT East, dalam bentuk kepemilikan saham dan komponen non-tunai kepada Weave.

"Setelah kita tinjau lebih lanjut, dalam enam bulan hingga setahun terakhir, nilai Rp2,5 triliun untuk emisi obligasi ini cukup besar untuk internet murah untuk masyarakat, ini sangat luar biasa," kata Thomas.

Terkait dengan profil investor yang membeli, ia menyebutkan bahwa mayoritas adalah investor institusi domestik, termasuk di antaranya beberapa bank treasury, perusahaan Asset Management (AM), dana pensiun, serta investor individu.

Selain menawarkan kupon menarik sebesar 10,25 hingga 11,5 persen per tahun, daya tarik surat utang Weave juga didukung dengan kehadiran NTT East yang memiliki standar tinggi dalam menentukan investasi di luar negeri.

"Ini adalah salah satu milestone awal untuk pertumbuhan lebih besar. Dengan pintu Samurai Bond, ini berarti pasar global, sehingga bisa menjadi pemain berskala internasional," ungkap Thomas.

AVP Corporate Finance UOB Kay Hian Sekuritas, Melisa Marianni, juga melihat adanya sinyal positif untuk mendukung Weave seiring dengan ekspansi bisnis menuju kabel, fiber, dan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Menurutnya, penerbitan surat utang ini akan memberikan pendanaan segar bagi perusahaan dan mendukung ekspansi bisnis ke depan.

"Langkah berani perusahaan untuk masuk ke sektor pasar modal dengan penerbitan obligasi dan sukuk merupakan langkah yang unik. Masuknya mitra strategis Jepang, NTT East, juga memberikan kepercayaan dan keunikan tersendiri bagi penerbitan obligasi dan sukuk Weave," ujar Melisa.

Dalam penerbitannya, Weave menggandeng delapan perusahaan sekuritas sebagai Joint-Lead Underwriters (JLU), termasuk RHB Sekuritas Indonesia, Bahana Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, Ciptadana Sekuritas Asia, KB Valbury Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dan UOB Kay Hian Sekuritas.

Tag:

Category List

Social Icons