Zverev Merasa Kosong Setelah Tersingkir Mengejutkan di Babak Awal Wimbledon
Ini bukan hanya soal tenis. Kurangnya kegembiraan terlihat juga di luar lapangan
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Alexander Zverev merasakan kehampaan setelah kekalahan mengejutkan di babak awal Wimbledon, Selasa (1/7) waktu setempat atau Rabu WIB. Kekalahan ini adalah yang tercepat di turnamen Grand Slam bagi petenis Jerman tersebut sejak 2019, juga di All England Club.
Sebagai unggulan ketiga, ia ditekuk oleh petenis Prancis Arthur Rinderknech, melanjutkan pola di Wimbledon tahun ini di mana banyak unggulan tersingkir lebih awal.
“Saya belum pernah merasa sekosong ini sebelumnya. Ada kekurangan kegembiraan, di semua hal yang saya lakukan,” ungkap Zverev dalam konferensi pers setelah pertandingan, dikutip oleh ATP.
“Ini bukan hanya soal tenis. Juga kekurangan kegembiraan di luar tenis.”
Zverev tidak mampu menemukan cara untuk membendung servis keras Rinderknech, terlihat dari statistik ATP yang menunjukkan 0/9 break point.
Kekalahan ini, setelah pertarungan selama empat jam 40 menit — dimenangkan Rinderknech 7-6(3), 6-7(8), 6-3, 6-7(5), 6-4 — membuat Zverev merenungkan hal-hal yang lebih besar.
Enam bulan lalu, Zverev mencapai partai akhir Australian Open, menandai final ketiganya. Namun, ia kemudian mengalami masa-masa menantang, hanya memenangkan enam dari 12 pertandingan berikutnya.
Setelah meraih kemenangan di ATP 500 Munich dan mencapai perempat final di Roma serta Roland Garros, Zverev tampak menemukan kembali performanya. Ia beralih ke lapangan rumput dengan mencapai final di Stuttgart dan semifinal di Halle.
Performa tidak konsisten Zverev sejak saat itu membuatnya mencari jawaban yang mungkin berada di luar lapangan.
“Saya tidak berpikir tenis adalah masalah untuk saya saat ini,” ujar Zverev.
“Ada hal lain yang harus saya temukan dalam diri saya saat ini. Namun, ada sesuatu dalam diri saya yang harus berubah, yang tidak harus terjadi di lapangan tenis.”
Ketika ditanya apakah ia mungkin mempertimbangkan untuk bekerja dengan pelatih mental, Zverev menjawab dengan jujur, “Mungkin untuk pertama kali dalam hidup saya, saya mungkin membutuhkannya.”
“Aneh sekali, terkadang saya merasa sangat kesepian di luar sana. Saya berjuang secara mental,” ungkap Zverev.
“Saya tidak tahu. Sulit bagi saya untuk menemukan kebahagiaan di luar lapangan tenis saat ini.”
“Ini bukan alasan atau apapun. Saya pikir Arthur memang pantas menang hari ini. Ini adalah sesuatu yang saya rasakan selama beberapa bulan terakhir. Sekali lagi, saya merasa sangat, sangat kesepian dan sangat kesepian. Saya tidak tahu. Tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya,” kata petenis berusia 28 tahun tersebut.
Momen krusial dalam pertandingan pembukaan Zverev terjadi pada kedudukan 1-1 di set kelima ketika peraih 24 gelar tingkat tur itu kehilangan servis meskipun memimpin 40/0 dalam pertandingan.
“Saya pikir secara umum Arthur memainkan pertandingan yang fantastis,” ujar Zverev.
“Saya tidak yakin dia pernah memainkan pertandingan seperti itu dalam hidupnya.”
Dengan catatan musim 35-14, Zverev hanya dua kemenangan lagi untuk mencapai 500 kemenangan dalam kariernya.
Berada di posisi ketiga dalam ATP Live Race To Turin, Zverev tetap berada di jalur yang baik untuk lolos ke ATP Finals, turnamen yang dimenanginya pada 2018 dan 2021.









