Keberagaman Seni Budaya Indonesia Memukau di Festival Seni Jepang
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Keanekaragaman seni dan budaya asal Indonesia berhasil menarik perhatian di Festival Hakata Dontaku, yang merupakan festival seni dan budaya tahunan terbesar di Fukuoka, Jepang.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta pada hari Selasa, menyampaikan bahwa sejumlah komunitas Indonesia di Fukuoka menampilkan tarian Saman dari Aceh, tarian Padupa dari Makassar, serta pertunjukan angklung.
“Kerjasama yang erat antara kelompok masyarakat Warga Negara Indonesia dan dukungan penuh dari KBRI Tokyo menjadikan festival ini sebagai ajang promosi seni budaya tradisional Indonesia di Jepang,” ungkap Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Korfung Pensosbud) KBRI Tokyo Muhammad Al Aula.
Al Aula menambahkan bahwa acara yang berlangsung pada 3-4 Mei dan diperkirakan dihadiri oleh dua juta wisatawan domestik Jepang dan internasional ini menjadi peluang untuk menjalin komunikasi dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah setempat.
“Hubungan masyarakat dari kedua negara, Indonesia dan Jepang, dalam memperkokoh persahabatan akan terus diperkuat dan dikembangkan seperti yang terlihat dalam Festival Hakata Dontaku ini,” jelasnya.
Selain menampilkan berbagai kesenian Indonesia di atas panggung, sekitar 250 warga Indonesia turut serta dalam parade budaya di Festival Hakata Dontaku.
Beragam busana batik dan pakaian tradisional Indonesia seperti pakaian adat dari Jawa, Betawi, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali yang dikenakan oleh Tim Parade Indonesia, yang terdiri dari pelajar, pemagang, dan diaspora Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Jepang yang menyaksikan parade tersebut.
Di sela-sela Festival Hakata Dontaku, delegasi KBRI Tokyo mengadakan pertemuan terpisah dengan pihak kepolisian, imigrasi, dan perwakilan pemerintah Kota Fukuoka.
Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya peningkatan kolaborasi, termasuk promosi budaya serta peningkatan kesadaran terhadap peraturan setempat, dan juga peningkatan layanan kepada masyarakat Indonesia di Fukuoka.
Korfung Pensosbud Al Aula juga berdialog dengan sejumlah komunitas WNI seperti Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah Jepang, Muslim Fukuoka, GIII Fukuoka, dan Komunitas Makassar Indonesia Fukuoka.








