Home / Budaya / Kemlu Tekankan Peran Diplomasi dalam Repatriasi Benda Budaya

Kemlu Tekankan Peran Diplomasi dalam Repatriasi Benda Budaya

kemlu soroti pentingnya diplomasi dalam pemulangan benda budaya 1

Peran Diplomasi dalam Repatriasi Benda Budaya Indonesia

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Renita Moniaga, yang menjabat sebagai Konselor di Direktorat Amerika 1 Kementerian Luar Negeri RI, menekankan pentingnya peran diplomasi dalam upaya mengembalikan benda budaya Indonesia ke tanah air.

“Diplomasi sangat penting untuk pengembalian warisan budaya kita, terutama melalui kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Renita dalam sebuah diskusi mengenai Repatriasi Artefak dan Diplomasi Budaya di @america Jakarta, pada hari Rabu.

Renita menjelaskan bahwa kerja sama yang solid antara perwakilan Indonesia dan berbagai otoritas di AS adalah hal yang krusial. Contohnya adalah kolaborasi antara KJRI New York dan Kejaksaan Distrik New York, yang kerap memberikan informasi ketika ada warisan budaya Indonesia yang perlu dipulangkan.

Dalam upaya tersebut, perwakilan RI di AS juga menjalin kerja sama dengan FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, serta Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (Customs and Border Protection/CBP) untuk menghalangi perdagangan ilegal benda-benda budaya.

Renita mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat beberapa kasus perdagangan ilegal benda budaya Indonesia di pasar AS. “Salah satunya adalah pasar untuk material etnografi seperti tengkorak, terutama dari suku Dayak dan Asmat,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, perwakilan RI di AS sedang bekerjasama dengan CBP guna mengembalikan dan menghentikan perdagangan ilegal benda-benda budaya tersebut.

Renita juga menilai bahwa kolaborasi antara Indonesia dan AS merupakan bagian dari people-to-people ties dan diplomasi soft power.

“Artefak yang telah dipulangkan tidak hanya penting untuk dipulangkan saja, tetapi juga harus ada kerja sama untuk melindungi, melestarikan, dan lain-lain,” tambahnya.

Pada tahun 2023, telah ditandatangani MoU antara Museum dan Cagar Budaya dengan The Smithsonian Institution di Washington DC untuk berkolaborasi dalam konservasi.

Renita menyatakan bahwa repatriasi bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari usaha untuk memastikan artefak tersebut dapat dirawat, diteliti, dan dimanfaatkan.

Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak menjadi dasar penting dalam pengembangan kapasitas, kerja sama penelitian, terutama dalam studi asal-usul untuk benda-benda budaya Indonesia lainnya.

Tag:

Category List

Social Icons