Home / Berita / Analis Sarankan Alokasi 30 Persen untuk Aset Aman di Tengah Ketidakstabilan Global

Analis Sarankan Alokasi 30 Persen untuk Aset Aman di Tengah Ketidakstabilan Global

Analis Sarankan Alokasi 30 Persen untuk Aset Aman di Tengah Ketidakstabilan Global

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Lukman Leong, seorang analis dari Doo Financial Futures, menyarankan agar masyarakat maupun investor mempertimbangkan untuk mengalokasikan investasi ke dalam aset aman dengan proporsi 30 persen dari keseluruhan portofolio mereka, mengingat ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik yang terus berlanjut di dunia saat ini.

Leong menekankan pentingnya untuk mengurangi investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi dan meningkatkan alokasi dana tunai atau setara.

“Diversifikasi dengan menambah alokasi ke aset aman setidaknya 30 persen, kurangi investasi berisiko, dan tingkatkan dana tunai atau yang setara,” kata Lukman saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Kamis.

Sebagai tambahan selain emas, dia menyarankan mata uang Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF) sebagai alternatif investasi.

“Aset aman masih menjadi pilihan utama, selain emas, ada juga mata uang Yen Jepang dan Franc Swiss,” tambah Lukman.

Leong mengungkapkan bahwa tingginya permintaan terhadap emas saat ini lebih banyak didorong oleh tren ikut-ikutan atau Fear of Missing Out (FOMO), bukan karena meningkatnya kesadaran akan pentingnya investasi.

“Memang harga emas yang tinggi saat ini terus meningkat, dan itu yang memicu permintaan, bukan karena kesadaran investasi di masyarakat,” jelas Lukman.

Dia menambahkan bahwa emas saat ini menjadi pilihan investasi yang menarik mengingat kenaikan harga yang signifikan, sekitar 39,41 persen dalam satu tahun terakhir, mengungguli aset berisiko lainnya.

“Emas sebenarnya adalah aset pelindung nilai, tetapi dengan kenaikan yang cukup besar dalam setahun terakhir, semakin menarik sebagai pilihan investasi,” kata Lukman lebih lanjut.

Menurutnya, tidak mengherankan jika meningkatnya permintaan emas terjadi bersamaan dengan menurunnya kepercayaan investor terhadap dolar Amerika Serikat akibat kebijakan-kebijakan kontroversial Presiden AS Donald Trump.

“Wajar jika investor berbondong-bondong mengalihkan aset mereka ke emas, terutama setelah kebijakan kontroversial Trump mengikis kepercayaan terhadap dolar AS,” ujar Lukman.

Harga emas global tercatat pada Kamis (17/04) pukul 16.20 WIB berada di level 3.337,46 dolar AS per troy ounce, mengalami penurunan 8,94 poin atau 0,27 persen pada perdagangan hari tersebut.

Sementara itu, harga emas Antam yang dipantau dari situs Logam Mulia pada Kamis (17/4) pagi mengalami kenaikan sebesar Rp32.000, dari harga awal Rp1.943.000 menjadi Rp1.975.000 per gram.

Tag:

Category List

Social Icons