Ariel Tatum Berdiskusi Intens untuk Memahami Karakter di “Perang Kota”
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Aktris Ariel Tatum berbagi bahwa ia terlibat dalam banyak diskusi dengan berbagai pihak untuk mendalami peran Fatimah dalam film “Perang Kota” yang disutradarai oleh Mouly Surya.
“Banyak berdiskusi dengan sutradara dan juga berlatih bersama pelatih akting. Fatimah ini karakter yang kompleks menurut saya, apalagi karena saya tidak hidup di era tersebut, jadi saya mencari banyak referensi melalui buku,” ungkap Ariel saat mengunjungi Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE, Rabu.
Ariel mengungkapkan, dia bahkan menulis berbagai detail tentang kesukaan karakter tersebut seperti musik yang disukai, memori masa kecil, dan pola-pola yang disukai. Menurutnya, hal ini sangat membantu dalam menghidupkan karakter Fatimah di layar.
“Unsur-unsur kecil yang menurutku penting,” tuturnya.
Dengan mencari referensi sebanyak mungkin, Ariel menjelaskan bahwa dia juga berkonsultasi dengan pelatih dan sutradara untuk menyepakati elemen yang akan ditampilkan dalam karakter yang ia perankan.
Selain itu, melalui konsultasi tersebut, ia dapat memerankan Fatimah dengan lebih nyaman dan menjadikan informasi yang diperoleh tentang karakter sebagai bekal dalam berakting.
Dia juga mengungkapkan pernah bertemu dengan Chicco Jerikho yang memerankan karakter Isa, suami dari Fatimah yang dimainkan Ariel.
“Seperti ketika saya dan Chicco memutuskan untuk pergi sebagai Isa dan Fatimah dalam sebuah lokakarya waktu itu. Jadi benar-benar seperti kencan. Setelah itu, kami menentukan kapan Isa dan Fatimah menikah, bagaimana mereka bertemu, serta dinamika hubungan mereka sebelum menikah, hal-hal itulah yang membantu saya,” kata Ariel.
Menurutnya, pertemuan dengan lawan main membantu membangun monolog untuk mengingat masa-masa ketika Isa dan Fatimah pertama kali bertemu.
Di sisi lain, ketika mengetahui bahwa ia terpilih untuk memerankan Fatimah dalam film bergenre aksi, sejarah, peperangan, dan romansa yang diadaptasi dari novel “Jalan Tak Ada Ujung” karya Mochtar Lubis, Ariel mengira ini adalah lelucon. Hal ini dikarenakan Mouly adalah salah satu sosok yang ia idolakan.
Bahkan ia memastikan hal ini hingga tiga kali sebelum akhirnya menangis karena tidak percaya. “Saat diberitahu bahwa saya benar-benar dipilih untuk casting salah satu film Mbak Mouly, saya menangis. Seperti tidak percaya,” tutup Ariel Tatum.









