AS Menunjukkan Sikap Lebih Lembut, IHSG Berpotensi Capai 6.500
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Valdy Kurniawan, Senior Equity Research Analyst dari Phintraco Sekuritas, mengatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang untuk menguat hingga mencapai level 6.500 pada perdagangan hari Selasa (15/4).
Optimisme ini didukung oleh sikap Amerika Serikat (AS) yang mulai menunjukkan kelembutan, sehingga membuka peluang lebih besar untuk negosiasi dengan China.
“IHSG masih memiliki ruang untuk mencoba menutup gap ke 6.500,” ujar Valdy di Jakarta, Selasa.
Selain itu, pelaku pasar memberikan respons positif terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengecualikan sejumlah peralatan elektronik dan komponen pendukungnya dari kebijakan tarif timbal balik.
Pemerintah AS mengecualikan beberapa produk, termasuk smartphone, komputer, dan komponen elektronik lainnya (khususnya semikonduktor) dari kebijakan tarif timbal balik tersebut.
Di sisi lain, China sedang mengajak Vietnam untuk bergabung dalam menentang keputusan sepihak Trump, demi menjaga stabilitas perdagangan bebas global dan mempertahankan rantai pasokan.
China berupaya memperkuat hubungan di kawasan Asia Tenggara, dengan China sebagai pemimpinnya. Presiden China Xi Jinping meminta kedua negara untuk bekerja sama dalam mendorong globalisasi ekonomi yang lebih terbuka, inklusif, dan adil bagi semua pihak.
Presiden Xi mengungkapkan kepada Ketua Partai Komunis Vietnam dan Perdana Menteri Pham Minh Chinh bahwa pasar besar China selalu terbuka untuk Vietnam.
Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia mulai mengirimkan tim negosiasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dengan rencana keberangkatan ke AS pada 16-23 April 2025.
Tim yang ditugaskan oleh Presiden Prabowo Subianto terdiri dari sejumlah menteri dan kepala lembaga, di mana hari ini, Menteri Luar Negeri RI Sugiono berangkat ke Washington DC untuk mempersiapkan proses negosiasi.
Besok, Menko Airlangga Hartarto beserta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu juga akan menyusul ke AS, sedangkan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati bersama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dijadwalkan akan bertolak ke AS untuk bernegosiasi terkait tarif.
Sejumlah poin yang akan dibahas dalam negosiasi tersebut termasuk ratifikasi perjanjian dagang dan investasi, deregulasi kebijakan non-tarif, peningkatan impor dan investasi dari AS, serta sejumlah insentif untuk mendukung impor dari AS (termasuk penurunan bea impor).









