Dukungan Asosiasi Ritel Papua terhadap Kebijakan Pembatasan Ritel Modern
Menurut pandangan kami, kebijakan ini cukup baik karena tidak melarang kehadiran ritel modern, melainkan hanya membatasinya, guna menjaga keseimbangan ekonomi di wilayah ini
Jayapura (BERITA HARIAN ONLINE) – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Asprindo) di Provinsi Papua memberikan dukungan terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati Jayapura Yunus Wonda, yang membatasi pertumbuhan ritel modern di wilayah tersebut.
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Papua, Harris Manuputty, di Sentani pada hari Rabu, menyatakan bahwa pembatasan terhadap ritel modern seperti Alfamidi, Alfamart, Saga, dan MR. DIY dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura.
“Menurut pandangan kami, kebijakan ini cukup baik karena tidak melarang kehadiran ritel modern, melainkan hanya membatasinya, guna menjaga keseimbangan ekonomi di wilayah ini,” ujarnya.
Harris menyebutkan bahwa kebijakan ini memiliki sisi positif dan negatif, namun secara prinsip Asprindo Papua sangat mendukung keputusan Bupati Jayapura, yang telah memikirkan matang-matang semua aspek sebelum membuat keputusan ini.
“Sisi positif dari pembatasan ini adalah memberikan kesempatan bagi pengusaha lokal untuk bertumbuh dan berkembang, sehingga ekonomi masyarakat menjadi lebih seimbang dan sehat,” katanya.
Dia menambahkan bahwa sisi negatif dari menjamurnya ritel modern adalah perputaran uang di kalangan pengusaha lokal dan masyarakat ekonomi menengah ke bawah melambat dan melemah, karena lebih banyak uang yang dialirkan ke pusat ritel tersebut.
“Pembatasan ini merupakan langkah tepat untuk menghidupkan perekonomian lokal, sehingga uang dapat berputar di masyarakat dan ekonomi daerah menjadi lebih sehat,” tambahnya.
Bupati Jayapura Yunus Wonda menambahkan bahwa pemerintah tidak melarang ritel modern hadir di Kabupaten Jayapura, tetapi membatasinya dengan tujuan menciptakan iklim perekonomian daerah yang lebih sehat.
“Ritel modern memberikan warna baru dalam perekonomian daerah kita, kami juga ingin menciptakan kondisi ekonomi yang sehat dengan memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk bergerak, agar kemajuan ekonomi dirasakan semua pihak,” ujarnya.









