BPBD: 192 Rumah Alami Kerusakan dan 800 Jiwa Terkena Dampak Gempa di Bengkulu
Langkah yang dilakukan meliputi pendataan dan evaluasi kerusakan serta kerugian, pembangunan posko gempa bumi di Betungan, Kota Bengkulu, dan distribusi bantuan sementara bagi korban bencana
Bengkulu (BERITA HARIAN ONLINE) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu melaporkan bahwa 192 rumah mengalami kerusakan dan 800 jiwa terdampak akibat gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter yang mengguncang dini hari kemarin (23/5).
“Data terbaru menunjukkan bahwa 192 rumah rusak, 800 jiwa terdampak di Kota Bengkulu. Selain itu, dua sekolah, dua masjid, dua kantor camat, dan dua fasilitas umum juga terkena dampak,” ungkap Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah di Bengkulu, Sabtu.
Gempa bumi ini juga menyebabkan kerusakan pada dua bangunan rumah warga, satu PAUD, dua SD, dan satu SMK di Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Langkah yang telah diambil melibatkan pendataan dan analisis kerusakan serta kerugian, pembangunan posko tanggap gempa yang ditempatkan di Betungan, Kota Bengkulu, serta menyalurkan bantuan sementara untuk korban gempa,” tambahnya.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mendorong masyarakat yang terdampak gempa dan mengalami kerusakan rumah untuk segera melaporkannya kepada pemerintah daerah.
“Kepada masyarakat, jangan panik. Silakan laporkan ke RT, lurah, dokumentasikan rumahnya, atau bisa juga melalui TikTok, WhatsApp saya, atau langsung ke pemerintah provinsi,” ujar Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bertekad untuk segera membantu warga pulih dari dampak gempa bumi yang terjadi pada Jumat dini hari, 23 Mei 2025.
Gubernur Helmi Hasan menekankan komitmen Pemprov Bengkulu untuk bertindak cepat dan tanggap dalam mendukung masyarakat, termasuk dalam pemulihan dari bencana gempa.
Langkah cepat penanggulangan ini, ujarnya, adalah wujud nyata dari kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.








