Bulog Jakarta dan Banten Tingkatkan Penyerapan Beras dari Petani
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Badan Urusan Logistik DKI Jakarta dan Banten berusaha meningkatkan penyerapan beras hasil tani dengan harga yang menguntungkan agar petani lebih sejahtera.
“Bulog hadir saat panen raya, membeli gabah kering panen (GKP) setiap hari untuk memastikan hasil produksi petani lokal dapat diserap dengan optimal,” ujar Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) DKI Jakarta dan Banten, Bambang Prihatmoko di Jakarta, Minggu.
Ia menambahkan, pembelian ini bertujuan untuk menjaga agar harga gabah di tingkat petani saat panen tidak jatuh atau dibeli dengan harga murah oleh tengkulak.
Dalam kegiatan ini, Tim Jemput Gabah Bulog bersama Babinsa TNI bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk membeli gabah langsung dari petani.
Gabah yang dibeli kemudian dibawa ke mitra penggilingan padi untuk diolah menjadi beras dan selanjutnya disimpan di gudang Bulog.
Ia menyebutkan harga pembelian GKP senilai Rp6.500 per kilogram (kg) sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 dan 16 Tahun 2025.
Kebijakan Harga Pokok Penjualan (HPP) ini ditetapkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini juga untuk memotivasi petani meningkatkan produksi, yang pada akhirnya memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).
Bambang mengapresiasi kerja keras dan dedikasi semua pihak, di mana ketersediaan stok CBP yang aman adalah salah satu hasil dari program penyerapan gabah/beras di wilayah DKI Jakarta dan Banten.
“Capaian ini bukanlah hasil Bulog sendiri, tetapi merupakan hasil dari sinergi yang baik antara Perum Bulog dengan Poktan, mitra penggilingan padi serta dukungan penuh dari Babinsa TNI, Polri, PPL, pemerintah pusat, dan daerah dalam pelaksanaan program tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan stok CBP menjadi alat penting dalam menjaga stabilitas harga konsumen dan pasokan beras di pasar, khususnya menjelang periode rawan pangan dan dalam menghadapi fluktuasi cuaca ekstrem.
“Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten menunjukkan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” kata dia.
Saat ini, Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten menguasai stok CBP sebanyak 344.000 ton atau lebih dari 10 persen dari total stok CBP seluruh Indonesia.
Ia menyatakan target penyerapan dinaikkan dari awalnya 45.970 ton menjadi 53.504 ton setara beras sampai akhir bulan Mei 2025.
Sampai saat ini, telah terealisasi penyerapan sebanyak 85.334 ton gabah dan 4.720 ton beras dari petani di daerah Banten dan Jakarta.
“Total penyerapan yang dilakukan sejak awal tahun telah mencapai 50.272 ton setara beras atau 94 persen dari target baru yang ditetapkan,” kata dia.








