Home / Ekonomi / Indonesia Berpeluang Menjadi Sentra Produksi Kapal

Indonesia Berpeluang Menjadi Sentra Produksi Kapal

wamenperin sebut ri berpotensi jadi pusat produksi kapal

Indonesia Berpeluang Menjadi Sentra Produksi Kapal

Industri perkapalan merupakan salah satu moda transportasi andalan, berperan penting dalam logistik untuk pengangkutan komoditas dan penumpang.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi kapal global. Hal ini didukung oleh posisi strategisnya secara geostrategis dan geoekonomi sebagai kekuatan maritim utama di Asia Tenggara, serta pertumbuhan sektor yang pesat saat ini.

“Industri perkapalan merupakan salah satu moda transportasi andalan, berperan penting dalam logistik untuk pengangkutan komoditas dan penumpang. Pemerintah memberikan perhatian besar pada peran ini,” ujar Faisol Riza dalam acara The 1st Indonesia Maritime Week 2025 di Jakarta, Selasa.

Saat ini, ada 342 galangan kapal aktif tersebar di 29 provinsi dengan kapasitas produksi mencapai 1 juta DWT per tahun, dan kapasitas reparasi hingga 12 juta DWT per tahun. Industri ini telah menyerap lebih dari 46.000 tenaga kerja.

Menurut Wamen Riza, kemampuan inovasi dalam industri galangan kapal nasional telah menunjukkan perkembangan signifikan, seperti memproduksi berbagai jenis kapal termasuk kapal niaga, kapal perikanan, kapal penumpang, dan kapal militer atau patroli.

Contohnya, PT PAL Indonesia sukses memproduksi Kapal Cepat Rudal (KCR) yang digunakan oleh TNI AL, serta kapal Landing Platform Dock (LPD) yang sudah diekspor ke Filipina.

Capaian ini menunjukkan potensi industri galangan kapal nasional dalam memenuhi kebutuhan kapal berkualitas tinggi baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Saat ini, ada 127 perusahaan komponen bersertifikasi marine class dengan lebih dari 560 sertifikat TKDN yang telah diterbitkan. Kandungan lokal dalam produksi kapal sudah lebih dari 40 persen untuk jenis kapal tertentu.

“Ini merupakan fondasi kuat bagi transformasi industri perkapalan nasional ke depan,” tambahnya.

Secara global, industri perkapalan sedang mengalami perubahan struktural, dengan adopsi teknologi digital dalam desain dan produksi.

Di sisi lain, komitmen global terhadap dekarbonisasi mendorong industri perkapalan dunia untuk beralih ke kapal berbasis energi ramah lingkungan (green ships).

“Indonesia harus berada di garis depan dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi ini,” tegas Wamenperin.

Oleh karena itu, pihaknya berencana menyusun peta jalan pengembangan industri galangan kapal yang berorientasi pada efisiensi dan produktivitas galangan melalui digitalisasi, inovasi desain kapal beremisi rendah, penguatan ekosistem komponen berbasis TKDN, serta penyiapan SDM berkompetensi tinggi melalui kerja sama internasional.

“Kami yakin masa depan industri perkapalan ditentukan bukan hanya oleh kemampuan masing-masing negara, tetapi juga oleh kemampuan kita untuk bekerja sama atau berkolaborasi,” kata Wamenperin.

Ia juga menyatakan bahwa Indonesia siap mengambil peran kepemimpinan regional dalam kerja sama terkait standardisasi dan sertifikasi di antara negara-negara Asia, rantai pasok regional komponen kapal, inovasi dan kolaborasi teknologi lintas negara, serta promosi perdagangan dan ekspor produk industri maritim intra-Asia.

Wamenperin menganggap bahwa pelabuhan internasional di dalam negeri masih perlu ditingkatkan, dengan rasio perdagangan global minimal memerlukan 25 pelabuhan internasional.

“Jika pelabuhan internasional ini semakin dibuka, hal itu akan memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan industri perkapalan,” tambahnya lagi.

Pemerintah juga berambisi menjadikan Indonesia pusat produksi kapal menengah untuk kawasan Asia Tenggara, serta menjadi pemain utama dalam pasar ekspor kapal niaga dan kapal perikanan untuk negara-negara kepulauan di Pasifik dan Afrika.

Target ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Indonesia-Brazil Business Forum di Rio de Janeiro pada 18 November 2024, bahwa Indonesia, sebagai negara dengan cadangan ikan terbesar kedua atau ketiga di dunia, memerlukan sekitar 40.000 kapal ikan dengan ukuran 150 GT hingga 300 GT.

Dengan kapasitas saat ini dan potensi pengembangannya, industri galangan kapal nasional memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Tag:

Category List

Social Icons