Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Destinasi Wisata Riau yang Direkomendasikan oleh Kementerian Pariwisata
Kementerian Pariwisata memberikan beberapa rekomendasi tempat wisata di Provinsi Riau yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan dari dalam dan luar negeri.
“Selain Pacu Jalur yang sudah dikenal sebagai warisan budaya takbenda nasional, Provinsi Riau memiliki banyak destinasi dan acara menarik yang berpotensi dipromosikan ke wisatawan mancanegara,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ketika dihubungi oleh BERITA HARIAN ONLINE di Jakarta, Rabu.
Widiyanti menyebutkan bahwa mendunianya tradisi Pacu Jalur merupakan peluang bagus bagi wisatawan untuk menikmati keindahan Riau melalui berbagai destinasi wisata dan acara kebudayaan yang akan segera digelar.
Bagi pengunjung yang tertarik dengan budaya Melayu di Riau, Istana Siak Sri Indrapura adalah tempat yang direkomendasikan. Istana ini mencerminkan kejayaan budaya Melayu dengan arsitektur megah yang penuh sejarah.
Untuk pencinta alam, Kementerian Pariwisata menyarankan Ekowisata Bono di Sungai Kampar sebagai salah satu lokasi unik di dunia yang memiliki ombak sungai (tidal bore), menjadi daya tarik bagi peselancar internasional.
Taman Nasional Zamrud dan Suaka Margasatwa Kerumutan juga merupakan pilihan tepat untuk kegiatan ekowisata.
Sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, beberapa acara menarik di Riau termasuk Festival Bakar Tongkang di Rokan Hilir, Kenduri di Pekanbaru, dan Festival Bekudo Bono di Pelalawan.
“Kementerian Pariwisata mendorong agar kekayaan budaya dan alam Riau dikemas kreatif dan kualitas layanannya ditingkatkan agar menjangkau pasar global, khususnya wisatawan budaya dan minat khusus,” tambah Widiyanti.
Selain upaya promosi destinasi wisata di Riau secara masif, Kementerian Pariwisata juga fokus pada pengembangan sektor pariwisata di 10 Destinasi Prioritas Pariwisata (DPP) dan tiga destinasi regeneratif sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Pemerintah berupaya meningkatkan promosi pariwisata yang lebih merata dengan memaksimalkan potensi destinasi di luar 10 DPP dan 3 destinasi regeneratif.
Strategi yang diterapkan termasuk partisipasi dalam pameran internasional seperti World Osaka Expo 2025 di Osaka dan ITB Berlin, di mana destinasi non-prioritas diperkenalkan melalui pariwisata berbasis budaya, alam, dan minat khusus seperti kebugaran dan ekowisata.
Kementerian Pariwisata juga mengadakan family trip serta misi penjualan yang melibatkan pelaku industri dari daerah untuk langsung mempromosikan potensi destinasi mereka ke pasar global.
Untuk mempromosikan acara lokal unggulan dari seluruh Indonesia, Kementerian Pariwisata mengkurasi acara-acara untuk dimasukkan dalam agenda KEN setiap tahunnya.
Upaya ini diikuti dengan penguatan kapasitas daerah, pengembangan desa wisata, serta kerja sama co-branding dan bundling produk wisata antarwilayah.
“Harapannya, promosi ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga mendukung pemerataan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di seluruh Indonesia,” tutur Widiyanti.









