Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Great Institute Apresiasi Sikap Indonesia Menghadapi Perang Tarif Trump
Great Institute, lembaga riset yang bergerak di bidang ekonomi, politik, dan teknologi, mengapresiasi langkah Indonesia dalam merespons perang tarif antara Amerika Serikat dan China dengan bijaksana. Indonesia memilih untuk memisahkan kepentingan kedua negara dan menegaskan posisinya sebagai negara yang mandiri.
“Langkah Presiden Prabowo sudah benar, karena ia berencana untuk membahas hubungan dagang secara terpisah dan mandiri antara negara berdaulat, baik dengan Amerika maupun China,” ujar Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat.
Menurut Syahganda, kebijakan tarif sepihak yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini mendapat reaksi keras dari pemerintah China, yang mengakibatkan terjadinya perang dagang antara kedua negara tersebut.
Perang tarif ini juga mempengaruhi pembuat kebijakan di Indonesia. Baik AS maupun China memberikan ancaman kepada Indonesia dan negara lainnya jika negosiasi perdagangan dianggap merugikan mereka.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2018, Tito Sulistio, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam bernegosiasi. Hal ini disebabkan karena sektor keuangan Indonesia masih bergantung pada Amerika Serikat.
“Kita harus waspada terhadap hubungan politik ke depan dengan Amerika. Kondisi ekonomi kita saat ini sangat rentan. Jika Amerika merasa tersinggung, mereka bisa membuat situasi perekonomian kita memburuk,” jelas Tito.
Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengajak semua pihak dan masyarakat untuk memperkuat upaya merealisasikan ekonomi kerakyatan dalam menghadapi perang tarif ini.
“Mari kita tetap semangat mendukung Presiden Prabowo dalam mewujudkan berbagai program kerakyatan seperti koperasi desa merah putih, swasembada pangan, swasembada energi, dan penyediaan makanan bergizi gratis,” ajak Ferry.








