Gubernur Kaltara: Kunjungan Komisi VII Perkuat Kolaborasi Pusat-Daerah
Tanjung Selor (BERITA HARIAN ONLINE) – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menyatakan rasa bangganya dan menganggap kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke wilayahnya sebagai kehormatan besar.
“Kunjungan reses ini adalah kehormatan besar bagi kami dan menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara pusat dan daerah,” ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Aula Lantai I, Kantor Gubernur Kaltara di Tanjung Selor, Kamis malam.
Gubernur menegaskan bahwa kunjungan ini terutama bermanfaat dalam pelaksanaan fungsi pengawasan serta penyerapan aspirasi di sektor pariwisata, perindustrian, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Sejak berdirinya Kaltara sekitar 12 tahun lalu, baru kali ini ada komisi DPR RI yang mengadakan RDP reses di Kaltara dengan rombongan besar dan mitra kerjanya.
“Luar biasa. Kami sangat berbahagia. Masyarakat Kaltara sangat bangga dengan kehadiran anggota Komisi VII DPR RI malam ini,” ucap Zainal.
Gubernur juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam perjalanan Komisi VII DPR RI hingga tiba di Kaltara.
RDP yang seharusnya dimulai pukul 16.00 Wita tertunda hingga sekitar pukul 20.00 Wita karena kendala transportasi.
“Mohon maaf, ini bukan karena mereka (Komisi VII) menunda waktu, tetapi karena cuaca yang menyebabkan pesawat tidak bisa mendarat di Balikpapan dan harus mendarat di Makassar. Perjuangan mereka untuk Kalimantan Utara sangat luar biasa,” tambahnya.
Setibanya di Tarakan, rombongan juga harus menyeberangi laut dan sungai serta melanjutkan perjalanan darat menuju ibu kota Provinsi Kaltara di Tanjung Selor.
“Semoga di lain waktu Komisi VII bisa berkunjung langsung ke perbatasan untuk melihat kondisi masyarakat kami di sana,” harapnya.
Kaltara terdiri dari empat kabupaten dan satu kota dengan 447 desa. Jumlah penduduknya sekitar 770 ribu jiwa, yang jika dibandingkan dengan Jakarta, setara dengan satu kecamatan.
“Kaltara memiliki potensi yang luar biasa, baik dalam sumber daya alam, budaya, maupun perikanan. Dalam bidang yang menjadi fokus Komisi VII, yaitu pariwisata, perindustrian, UMKM, dan ekonomi kreatif, terdapat banyak program yang selaras dengan visi pembangunan nasional,” jelasnya.
Gubernur berharap bahwa melalui reses ini, Komisi VII DPR RI bisa membantu menggeliatkan sektor pariwisata di Kaltara.
“Kami menyambut baik kunjungan kerja ini sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektoral dan kelembagaan serta mendorong kebijakan nasional yang lebih konkret terhadap pembangunan Kaltara,” ujarnya.
Diharapkan diskusi dan kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Komisi VII DPR RI dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi dan tantangan yang ada.
Sehingga bisa memperjuangkan berbagai program dan anggaran yang mendukung percepatan pembangunan wilayah perbatasan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kaltara.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Komisi VII DPR RI. Semoga kolaborasi ini menjadi awal dari langkah-langkah nyata untuk membangun Kaltara yang maju, makmur, dan berkelanjutan serta Indonesia yang lebih berdaulat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Gubernur Kaltara.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ir. Lamhot Sinaga, mengapresiasi Pemprov Kaltara beserta jajarannya, tokoh masyarakat, dan pihak swasta yang menyambut kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Kaltara.
“Kami sangat mengapresiasi, tadi kami mendarat di Tarakan dan langsung bersama Pak Gubernur menuju Tanjung Selor,” ungkap Lamhot Sinaga saat memimpin RDP reses Komisi VII di Kantor Gubernur Kaltara.
Lamhot juga bersyukur bahwa ia dan rombongannya bisa tiba di Kaltara untuk melaksanakan kunjungan meskipun harus menempuh perjalanan sekitar 12 jam akibat cuaca buruk yang memaksa pesawat dialihkan ke Makassar.
“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, hari ini Komisi VII DPR RI bisa melaksanakan kunjungan reses ke Provinsi Kalimantan Utara, meskipun penuh dengan perjuangan, tetapi karena sambutan yang luar biasa, rasa lelah kami hilang,” kata Lamhot.









