Home / Politik / Hamas Siap Memulai Negosiasi untuk Mengakhiri Konflik di Gaza

Hamas Siap Memulai Negosiasi untuk Mengakhiri Konflik di Gaza

hamas siap memulai perundingan untuk mengakhiri perang di gaza

Hamas Siap Memulai Negosiasi untuk Mengakhiri Konflik di Gaza

Gaza (BERITA HARIAN ONLINE) – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menegaskan kesiapan mereka untuk segera memulai pembicaraan dengan Israel terkait kesepakatan menyeluruh guna membebaskan semua sandera Israel dengan imbalan penghentian total permusuhan dan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

“Kesepakatan sementara mengenai Gaza hanya berfungsi sebagai alasan politik bagi agenda (pemimpin Israel Benjamin) Netanyahu untuk melanjutkan konflik, tindakan genosida, dan kelaparan,” ujar Khalil Al-Hayya, kepala Hamas di Gaza sekaligus ketua tim negosiasi kelompok tersebut, dalam pidatonya yang disiarkan melalui platform digital resmi pada Kamis (17/4).

Ia menegaskan bahwa Hamas siap untuk mencapai kesepakatan yang berskala penuh.

“Kami siap segera terlibat dalam negosiasi paket menyeluruh untuk membebaskan semua sandera Israel dengan imbalan sejumlah tahanan kami yang ditahan oleh pihak pendudukan, penghentian konflik sepenuhnya, penarikan penuh dari Jalur Gaza, dimulainya rekonstruksi, serta pencabutan blokade,” ucapnya.

Al-Hayya menyambut baik pernyataan Adam Boehler, utusan khusus AS untuk urusan sandera, yang sebelumnya pada Kamis menyatakan dukungan untuk menyelesaikan masalah sandera dan perang sebagai satu kesatuan kesepakatan.

“Saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa pertempuran akan segera berakhir, segera setelah para sandera dibebaskan,” kata Boehler dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Al-Hayya juga menyerukan intervensi internasional segera untuk mengakhiri blokade Israel di Gaza dan memperingatkan bahwa lebih dari dua juta orang di Gaza menghadapi ancaman genosida melalui kelaparan.

Dia mencatat Hamas telah menerima usulan mediator pada akhir Ramadan, tepatnya pada 29 Maret, namun Netanyahu kemudian menolaknya dan merespons dengan syarat-syarat yang tidak masuk akal yang tidak akan mengarah pada penghentian konflik atau penarikan dari Gaza.

Lebih dari 51.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa di Gaza akibat serangan brutal Israel sejak Oktober 2023, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November lalu terhadap Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanan, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait konflik yang dilancarkannya di wilayah tersebut.

Sumber: Anadolu

Tag:

Category List

Social Icons