IFRC Kecam Serangan di Gaza, Delapan Staf Medis Tewas
Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Minggu (30/3) menyampaikan kecaman keras terkait tewasnya delapan tenaga medis dari Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) saat sedang bertugas di Gaza.
Menurut pernyataan IFRC, sebuah tim medis darurat yang terdiri dari sembilan orang beserta ambulans mereka hilang setelah mengalami serangan dahsyat di area Al-Hashashin di Rafah, Gaza selatan, pada 23 Maret.
Penemuan Jasad Korban
Pada Minggu, jasad delapan tenaga medis telah ditemukan, sementara satu orang masih hilang. Sekretaris Jenderal IFRC Jagan Chapagain menyatakan bahwa para tenaga medis tersebut sedang melakukan upaya penyelamatan saat serangan diluncurkan.
Mereka mengoperasikan ambulans dengan penanda yang jelas serta mengenakan emblem yang seharusnya melindungi mereka.
Chapagain mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional dan memastikan keselamatan para pekerja kemanusiaan.
Dia juga mengatakan bahwa sejak pecahnya konflik, sebanyak 30 orang sukarelawan dan staf PRCS telah kehilangan nyawa mereka.
Dampak Konflik di Gaza
Sejak Israel melanjutkan serangannya di Jalur Gaza pada 18 Maret, jumlah korban tewas dari pihak Palestina telah melampaui 920 orang, dengan lebih dari 2.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza.
Sumber: Xinhua









