Inggris Persiapkan Rencana Rahasia untuk Mengakhiri Konflik Israel-Palestina
Moskow (BERITA HARIAN ONLINE) – Dalam enam bulan terakhir, pemerintah Inggris telah secara rahasia mengembangkan strategi untuk menyelesaikan isu Palestina, sebagaimana dilaporkan oleh New York Times (NYT) pada Minggu (10/8).
Jonathan Powell, yang merupakan penasihat keamanan untuk Perdana Menteri Keir Starmer, mulai mendistribusikan rencana berisi delapan poin kepada sekutu Inggris sejak 29 Juli, bersamaan dengan konferensi di New York yang membahas resolusi konflik Palestina-Israel, sesuai laporan dari harian AS itu.
Beberapa pejabat Eropa, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa rencana tersebut mencakup pembentukan pemerintahan di Jalur Gaza dan penempatan pasukan keamanan internasional di wilayah Palestina tersebut.
Pemerintahan yang terdiri dari teknokrat ini akan berhubungan dengan Otoritas Palestina yang telah mengalami reformasi, menurut mereka.
Rancangan tersebut juga mengusulkan penarikan total pasukan Israel dari Gaza, pemantauan gencatan senjata oleh AS, dan akhirnya pembentukan dua negara merdeka, yaitu Israel dan Palestina.
Konferensi tingkat tinggi tentang Palestina dilaksanakan di New York pada 28-30 Juli, dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi.
Konferensi ini menghasilkan deklarasi yang menekankan pentingnya langkah-langkah nyata untuk mewujudkan solusi dua negara, mengakhiri konflik di Jalur Gaza, dan mencapai penyelesaian damai yang berkelanjutan bagi konflik Israel-Palestina.
Pada 25 Juli, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negaranya akan mengakui negara Palestina pada bulan September. Inggris memberikan ancaman untuk melakukan hal yang sama jika Israel tidak mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza.
Sampai saat ini, Palestina telah diakui oleh 147 negara, termasuk 10 negara yang baru mengakuinya sejak tahun 2024, seperti Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Armenia. AS masih menolak untuk mengakui Palestina dan memveto keanggotaan penuh Palestina di PBB pada tahun 2024.
Rusia menegaskan bahwa penyelesaian konflik Israel-Palestina hanya dapat tercapai jika solusi dua negara yang disetujui PBB dijalankan, yaitu pembentukan negara Palestina berdasarkan perjanjian perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA







