Kapolda Jabar Selidiki Insiden di Acara Pesta Warga Garut
Garut – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, bersama timnya melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di acara pesta masyarakat di Pendopo Kabupaten Garut yang berujung pada kematian tiga orang, termasuk salah satu anggota Polri.
Kapolda Jabar memastikan untuk memeriksa langsung gerbang utama lokasi insiden di mana warga berdesakan. Ia juga meninjau alur distribusi makanan gratis yang berlangsung dari Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
Kapolda menanyakan langsung kepada sejumlah petugas keamanan dari Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut mengenai sistem pengamanan, mulai dari pintu masuk hingga keluar Pendopo, termasuk jalur kendaraan darurat ketika ambulans membawa korban.
“Semua langkah sudah sesuai dengan prosedur, mulai dari perizinan, prediksi potensi kerawanan, hingga penempatan personel di lapangan,” ujar Rudi.
Kepolisian tengah mendalami lebih lanjut melalui investigasi terkait insiden di acara pesta rakyat ini yang menelan dua korban jiwa warga dan satu anggota Polri.
Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan mendalam untuk memahami apakah terdapat unsur kelalaian serta siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Setelah mengumpulkan informasi dan barang bukti dari olah TKP, akan dilakukan pemanggilan terhadap pihak terkait untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami segera mengumpulkan informasi tambahan agar dalam proses pemanggilan atau penyelidikan, kami sudah memiliki data yang cukup,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan internal di kepolisian, dan hasilnya menunjukkan bahwa Polres Garut secara rutin melakukan pengamanan setiap ada kegiatan masyarakat.
Polres Garut mendapat permintaan dari Pemerintah Kabupaten Garut untuk mengawal setiap rangkaian acara pesta rakyat yang pelaksanaannya harus melalui prosedur yang tepat.
“Semua ini sudah dilakukan sesuai prosedur, bagian perizinan telah memprediksi potensi gangguan yang mungkin terjadi dan sudah disiapkan langkah penanganannya,” tambahnya.
Insiden di Pendopo tersebut menyebabkan 26 orang harus menerima perawatan medis dan tiga orang kehilangan nyawa.
Korban yang meninggal dunia adalah seorang anak berusia delapan tahun bernama Vania Aprilia dari Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Dewi Jubaeda (61), dan seorang anggota Polres Garut, Bripka Cecep Saeful Bahri (39).








