Kematian Wartawan di Jakarta: Keluarga Akui Riwayat Penyakit Paru-paru
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Keluarga dari wartawan Situr Wijaya, yang ditemukan meninggal dunia di hotel kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengonfirmasi bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit paru-paru.
Kami belum mau berasumsi lebih, karena kami masih menunggu autopsi yang lebih lengkap
“Kami akui memang beliau itu punya riwayat paru-paru dan tadi surat tentang riwayat penyakitnya itu dari puskesmas sudah kami serahkan kepada Kepolisian,” ujar Sahrul, perwakilan keluarga almarhum, saat dikonfirmasi pada hari Kamis.
Mengenai penyebab pasti kematian, Sahrul menyatakan bahwa mereka masih menunggu hasil autopsi dari pihak Kedokteran.
“Kami belum mau berasumsi lebih, karena kami masih menunggu autopsi yang lebih lengkap,” tambahnya.
Ia juga berharap agar polisi dapat bekerja secara profesional dalam mengungkap kasus kematian Situr Wijaya.
“Banyak hal yang harus diungkap, karena prosesnya juga janggal mulai dari ditemukan sampai diambil alih polisi,” kata Sahrul.
Pihak kepolisian menemukan sejumlah obat di tempat kejadian perkara (TKP) di kamar hotel tempat SW (33), seorang wartawan media online, ditemukan meninggal di Hotel D’Paragon Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat malam.
“Beberapa obat ditemukan di kamar korban,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Obat yang ditemukan meliputi Promag (obat maag), Mycoral Ketoconazole (obat jamur), Rifampicin (antibiotik untuk mencegah dan mengobati penyakit infeksi bakteri seperti Tuberkulosis), serta Viva White Clean dan Mask (pembersih muka).
Ade Ary juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil autopsi dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seperti luka jeratan atau sayatan.
“Adanya memar pada bagian tubuh akibat lebam mayat,” tuturnya.
Namun, Ade Ary menambahkan bahwa penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk mendeteksi dan mengukur zat berbahaya atau racun di dalam tubuh, serta pemeriksaan histopatologi untuk mendiagnosis penyakit melalui jaringan atau organ di bawah mikroskop.








