Kemenag Berikan Penghargaan untuk Pelatihan Pengembangan Guru oleh AIDRAN
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Agama memberikan apresiasi terhadap proyek “Move It” yang menawarkan pelatihan untuk peningkatan kapasitas guru-guru di sekolah inklusi di Gorontalo, guna mendukung pendidikan literasi digital bagi siswa penyandang disabilitas.
“Modulnya menarik perhatian saya. Karena AIDRAN ini menyoroti aspek yang unik,” ungkap Anis Masykhur, Kepala Subdirektorat Pendidikan Vokasi dan Inklusi Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, dalam acara “Penutupan Proyek Move It 2024” di Jakarta, Senin.
Kementerian Agama juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam program-program AIDRAN selanjutnya.
“Kemitraan formal belum ada. Kami baru diajak,” ujar Anis Masykhur.
Jaringan Advokasi dan Penelitian Disabilitas Australia – Indonesia (AIDRAN), melalui proyek “Move It”, memberikan pelatihan kepada guru-guru di sekolah inklusi di Provinsi Gorontalo untuk mendukung pembelajaran literasi digital bagi siswa penyandang disabilitas.
Proyek “Move It” ini dijalankan di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kabupaten Pohuwato, dengan melibatkan 90 guru disabilitas dan non-disabilitas dari 60 sekolah.
“Proyek Move It merupakan inisiatif dari AIDRAN untuk mendorong dan mewujudkan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas,” kata Dewan Pengawas AIDRAN, Bahrul Fuad.
Program ini juga dilengkapi dengan pengembangan modul literasi digital dan modul pendidikan inklusi untuk para guru di sekolah inklusi.
AIDRAN memilih Provinsi Gorontalo sebagai lokasi pelaksanaan proyek “Move It” karena wilayah ini mewakili Indonesia bagian timur dengan jumlah penyandang disabilitas yang cukup signifikan.
Selain itu, Gorontalo masih minim mendapat intervensi program dari pemerintah atau sektor swasta, khususnya di bidang inklusi.








