Kemnaker dan BGN Sepakati MoU untuk Penyerapan Tenaga Kerja di Program MBG
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Ketenagakerjaan bersama Badan Gizi Nasional telah menandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU) mengenai “Sinergi Program Bidang Ketenagakerjaan dalam Pemenuhan Gizi Nasional” sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan, “Kemnaker pasti siap berkomitmen untuk mendukung (MBG/Badan Gizi Nasional) karena program MBG ini memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja,” ujar Yassierli dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.
Menaker Yassierli menegaskan bahwa berbagai fasilitas seperti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Balai Pengembangan Kesempatan dan Perluasan Kerja (BPPK), serta Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas dapat dioptimalkan sebagai pusat edukasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kemnaker memiliki balai-balai yang bisa mendukung pelatihan dan sertifikasi tenaga-tenaga yang terlibat. Kami yakin MBG akan berhasil jika didukung oleh tenaga kerja dengan kompetensi standar,” ungkapnya.
Yassierli menambahkan bahwa sinergi ini diharapkan dapat memperkuat agenda pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif, responsif terhadap isu gizi, serta mendukung pembentukan tenaga kerja yang sehat, produktif, dan kompetitif.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan bahwa MBG adalah program investasi SDM terbesar pemerintah yang memerlukan dukungan tenaga kerja secara masif.
Dengan target 30 ribu SPPG di seluruh Indonesia, MBG diperkirakan mampu menyerap atau menciptakan 1,5 juta lapangan kerja langsung di sektor penyediaan makanan bergizi.
“Setiap SPPG memiliki tiga pegawai fungsional yaitu kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi, ahli gizi, dan ahli akuntansi, serta relawan yang bertugas memasak, memotong, dan membersihkan, dengan total pekerja langsung 50 orang,” ujar Dadan.
Hingga April 2025, Dadan mengungkapkan bahwa sudah ada 1.072 kepala SPPG, 1.072 ahli gizi, dan 1.072 ahli akuntansi yang telah beroperasi.
“Program MBG ini membuat banyak ibu rumah tangga (usia 40-45 tahun) yang sebelumnya tidak berpenghasilan sekarang bisa mendapatkan gaji Rp2 juta per bulan dengan bekerja di SPPG,” katanya.
Keberadaan SPPG di seluruh Indonesia juga mampu menciptakan 15 wirausaha baru dalam sektor pangan.
Di antaranya termasuk pemasok daging, telur, aneka buah-buahan, sayur, tepung, dan susu, serta pengelola minyak jelantah dan limbah/sampah organik.









