Kowani Soroti Pentingnya Kolaborasi Multi-Pihak untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan
Jika kita bersama-sama berkolaborasi, bergandeng tangan… mari bersatu untuk perempuan bela perempuan
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menekankan pentingnya kerjasama dan sinergi antar berbagai pihak dalam usaha mencegah dan menangani kekerasan seksual terhadap perempuan.
“Saat kita bersatu dan berkolaborasi, dengan Komnas Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), organisasi-organisasi perempuan di bawah naungan Kowani, serta komunitas lainnya, mari kita bersatu untuk membela perempuan,” ungkap Ketua Kowani Nannie Hadi Tjahjanto di Jakarta, Kamis.
Pihak Kowani menyayangkan banyaknya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi yang baru-baru ini terungkap.
Kowani terus menjalankan program-program kerja yang berkaitan dengan kesetaraan, keadilan gender, pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kemarin kami bersama Ibu Menteri PPPA Arifah menyampaikan hal ini. Ibu dari pemerintah, kami yang menjalankan amanah dari pemerintah, dari AstaCita, dari Kepmen, Keputusan Menteri, atau Keputusan Presiden. Kowani akan melaksanakan implementasinya,” ujar Nannie Hadi Tjahjanto.
Sebelumnya, Polda Jawa Barat telah menahan seorang peserta PPDS dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial PAP (31) atas dugaan kekerasan seksual terhadap anggota keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.
Selain itu, pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan sanksi pemecatan kepada seorang guru besar di Fakultas Farmasi berinisial EM, setelah terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap sejumlah mahasiswa.
Kasus kekerasan seksual oleh EM terjadi sepanjang tahun 2023 hingga 2024, dan terungkap setelah laporan diajukan ke Fakultas Farmasi pada Juli 2024.








