Polri Realisasikan Astacita Presiden Melalui Program Makan Sehat Gratis
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya yang kuat dalam mewujudkan Astacita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam meningkatkan gizi anak-anak bangsa, melalui percepatan program Makan Sehat Gratis (MBG).
Salah satu langkah nyata adalah peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lapak Kampir, Kelurahan Kanigoro, Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (8/8) sore.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyatakan bahwa SPPG merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam membangun masa depan bangsa.
“Ayo kita sukseskan program ini bersama demi generasi sehat yang akan memimpin Indonesia Emas 2045,” ujar Komjen Pol. Dedi.
Dia menjelaskan bahwa program SPPG menjadi investasi nyata Polri untuk mempercepat pencegahan stunting atau tengkes dan mewujudkan ketahanan pangan serta sumber daya manusia (SDM) unggul, yang mencerminkan presisi Polri dalam mendukung cita-cita nasional.
Dedi juga menyoroti dua pilar utama keberhasilan program ini, yaitu pertama, komitmen terhadap mutu tinggi melalui mekanisme pengujian keamanan makanan yang wajib dijalankan tim medis Polri (Pusdokkes, Bidokkes Polda, Urkes Polres) pada setiap produksi makanan.
“Inilah yang membedakan SPPG Polri, setiap produksi makanan wajib melalui uji keamanan untuk menjamin standar higienis tertinggi, mencegah keracunan, dan memastikan gizi yang aman bagi penerima manfaat,” jelasnya.
Kedua, menurut Dedi, strategi kolaborasi pentahelix yang berkelanjutan melibatkan pemerintah (TNI, pemda, kementerian/lembaga); akademisi (ahli gizi, pangan, kesehatan); bisnis (UMKM, koperasi, kelompok tani); masyarakat (relawan, pengelola Yayasan Komunitas Bantu/YKB), serta media dalam penyebaran informasi.
Dia menyatakan bahwa pendekatan holistik ini dirancang untuk memutus mata rantai tengkes melalui intervensi gizi yang tepat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Di sisi lain, keberadaan SPPG dinilai memberikan dampak multidimensi.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Madiun Maidi menyambut baik dan menyatakan bahwa SPPG tidak hanya memastikan anak-anak mendapat asupan bergizi, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi ketahanan pangan dan peningkatan kualitas lingkungan kota.
“Dapur gizi juga menjadi bagian dari upaya menurunkan suhu kota, meningkatkan oksigen, dan menggerakkan ekonomi lokal. Semuanya harus saling terhubung demi Madiun yang sehat, hijau, dan mandiri pangan,” tutur Maidi.
Acara yang dipimpin langsung oleh Irwasum Polri ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Madiun, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah penerima manfaat, dan perwakilan instansi terkait.
SPPG Kanigoro dibangun dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar hasil kerja sama dengan PT Arya Motor Indonesia dan ditargetkan selesai dalam 45 hari, yang akan beroperasi pada Oktober 2025 untuk melayani 4.103 siswa SD dan SMP penerima program MBG di Kota Madiun, dengan bahan baku yang bersumber dari pasar tradisional dan UMKM setempat.
Kegiatan di Madiun ini bukanlah kegiatan insidental, melainkan bagian dari lompatan strategis Polri secara nasional. Baru pada 6 Agustus 2025 di Malang, Polri telah meresmikan delapan SPPG operasional sekaligus melakukan peletakan batu pertama 205 unit baru secara serentak di seluruh Indonesia.
Tercatat, perkembangannya hingga Agustus 2025 menunjukkan akselerasi signifikan, yaitu 27 unit SPPG telah beroperasi melayani 86.777 penerima manfaat per hari dan menyerap 1.344 tenaga kerja, 34 unit dalam persiapan akhir operasional, 155 unit tahap konstruksi, serta tambahan 205 unit yang memulai pembangunan hari ini.
Secara keseluruhan, 421 SPPG ini akan menjadi tulang punggung distribusi gizi bagi 1,47 juta orang per hari ketika seluruhnya beroperasi. Polri menargetkan penyelesaian 500 SPPG pada akhir 2025 dan akan memperluas menjadi 1.000 unit pada tahun 2026.







