Home / Ekonomi / Penghapusan Kuota Impor: Bapanas Jamin Perlindungan Terhadap Petani dan Peternak

Penghapusan Kuota Impor: Bapanas Jamin Perlindungan Terhadap Petani dan Peternak

kuota impor dihapus bapanas pastikan petani peternak tetap dilindungi

Penghapusan Kuota Impor: Bapanas Jamin Perlindungan Terhadap Petani dan Peternak

Saat kita mengekspor ke negara lain, penting bagi kita untuk menyeimbangkan impor sesuai dengan kebutuhan domestik kita.

JAKARTA (BERITA HARIAN ONLINE) – Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menegaskan bahwa meskipun ada rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus kuota impor, perlindungan terhadap petani dan peternak dalam negeri tetap menjadi prioritas.

Menurut Arief, selain menjaga perlindungan bagi petani lokal, impor akan difokuskan pada komoditas pangan yang tidak mencukupi di dalam negeri.

‘Komoditas yang akan diimpor adalah yang memang kurang atau tidak mencukupi kebutuhan. Misalnya, produksi daging lokal tidak mampu memenuhi seluruh permintaan,’ jelas Arief saat diwawancarai di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin membuka peluang lebih luas bagi pengusaha importir.

‘Presiden ingin memudahkan dan membuka lebih banyak kesempatan, bukan hanya untuk satu atau dua perusahaan saja. Angka sudah ada di neraca komoditas, itu yang dibuka. Bukan berarti semuanya bebas impor,’ tambahnya.

Data Proyeksi Neraca Pangan dari Bapanas menunjukkan bahwa komoditas seperti daging ruminansia, termasuk sapi dan kerbau, masih mengalami kekurangan pasokan dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi.

Di awal tahun 2025, stok tersedia sekitar 65,6 ribu ton. Ditambah dengan proyeksi produksi sapi/kerbau dalam negeri sepanjang tahun sekitar 410,3 ribu ton dan hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan sebesar 141,3 ribu ton, total ketersediaan mencapai 617,3 ribu ton. Sementara itu, proyeksi kebutuhan konsumsi tahunan mencapai 766,9 ribu ton.

Selain daging ruminansia, Proyeksi Neraca Pangan juga mengindikasikan bahwa kedelai dan bawang putih memerlukan pengadaan dari luar negeri.

Ketersediaan kedelai dari stok awal tahun dan perkiraan produksi setahun di 2025 adalah sekitar 392 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi tahunan mencapai 2,6 juta ton.

Total ketersediaan bawang putih di awal tahun adalah 110 ribu ton, berasal dari stok awal tahun sebesar 87 ribu ton dan perkiraan produksi tahunan 23 ribu ton. Estimasi kebutuhan konsumsi bawang putih tahunan mencapai 622 ribu ton.

Namun demikian, Arief menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan produksi pangan dalam negeri.

Neraca komoditas disusun dengan tujuan utama melindungi petani dan peternak Indonesia.

‘Produksi dalam negeri selalu menjadi prioritas utama. Jika belum mencukupi, barulah dipertimbangkan pengadaan dari luar negeri sebagai opsi terakhir,’ tegas Arief.

Presiden mempertimbangkan pentingnya menjaga keseimbangan perdagangan dengan menyesuaikan impor sesuai kebutuhan sembari mendorong peningkatan produksi lokal untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian ekonomi nasional.

‘Presiden juga memperhatikan pentingnya keseimbangan perdagangan. Jadi, saat kita mengekspor ke negara lain, kita juga harus menyeimbangkan impor sesuai kebutuhan kita sambil meningkatkan produksi lokal,’ ungkap Arief.

Proyeksi yang disusun pemerintah memuat data yang kredibel dengan tujuan melindungi kepentingan produsen pangan lokal. Arief menambahkan bahwa pengadaan luar negeri akan diupayakan agar tidak mengganggu.

‘Jadi sekali lagi, bukan berarti impor dibuka seluas-luasnya. Kami memiliki neraca yang lebih ditujukan untuk melindungi petani dan peternak. Ini disusun bersama kementerian dan semua pemangku kepentingan pangan,’ tutup Arief.

Tag:

Category List

Social Icons