Los Angeles Terapkan Jam Malam Akibat Situasi Unjuk Rasa yang Panas
Washington (BERITA HARIAN ONLINE) – Karen Bass, Wali Kota Los Angeles, mengumumkan penerapan jam malam di sejumlah bagian kota karena aksi unjuk rasa yang terus berlanjut.
“Saya ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa saya telah menetapkan status darurat lokal dan memberlakukan jam malam di pusat kota Los Angeles untuk menghentikan aksi vandalisme dan penjarahan,” kata Bass dalam konferensi pers pada Selasa malam, seperti yang dilaporkan oleh The Los Angeles Times.
Jam malam ini dimulai pada Selasa malam, dari pukul 20.00 hingga 06.00 pagi. Namun, aturan ini tidak diberlakukan bagi penduduk yang tinggal di area yang telah ditentukan.
“Saya menetapkan jam malam mulai pukul 8 malam ini untuk daerah pusat kota Los Angeles guna mencegah pihak-pihak yang memanfaatkan situasi kacau akibat eskalasi yang dipicu oleh Presiden. Jika Anda tidak tinggal atau bekerja di pusat kota L.A., hindari kawasan tersebut. Penegak hukum akan menangkap siapa pun yang melanggar jam malam, dan Anda akan diproses hukum,” tulis Bass dalam unggahan di platform X.
Area yang terkena dampak jam malam meliputi wilayah dengan radius satu mil persegi (sekitar 2,6 km persegi) dari pusat kota Los Angeles, yaitu dari jalan bebas hambatan 5 (5 Freeway) hingga 110 Freeway, dan dari 10 Freeway sampai titik pertemuan antara 110 Freeway dan 5 Freeway, jelas Bass.
Ia menambahkan bahwa jam malam kemungkinan akan diterapkan selama beberapa hari. Keputusan kapan pembatasan ini akan dicabut masih belum ditentukan.
Penerapan jam malam ini menyusul razia oleh Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) pada 7 Juni di pusat kota Los Angeles untuk mencari imigran ilegal. Operasi tersebut memicu bentrokan antara petugas dan massa.
Menurut Wali Kota Bass, lebih dari 100 orang ditangkap selama aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak Senin (9/6) malam hingga Selasa (10/6) pagi.
Pada hari yang sama, Gubernur California Gavin Newsom mengancam akan menahan pembayaran pajak federal negara bagian sebagai tanggapan terhadap rencana pemerintahan Trump untuk memangkas besar-besaran dana federal.
Hari berikutnya, Gedung Putih mengumumkan pengiriman 2.000 personel Garda Nasional ke Los Angeles.
Menanggapi langkah itu, Newsom secara resmi meminta pembatalan keputusan tersebut, dan menuduh Gedung Putih sebagai pihak yang memprovokasi kerusuhan. Ia menegaskan bahwa sebelumnya tidak ada masalah di tingkat negara bagian maupun kota hingga Presiden ikut campur.
Sementara itu, seorang koresponden RIA Novosti melaporkan pada Selasa (11/6) bahwa para pengunjuk rasa berbaris dengan tertib di pusat kota Los Angeles, dan aparat kepolisian tidak melakukan intervensi.
Sumber: Sputnik-OANA








