Macron: Rimbaud, Debussy, Membangun Jembatan RI-Prancis
Kedekatan yang kita rasakan malam ini bukan sebuah kebetulan. Meski 12.000 kilometer memisahkan ibu kota kita, kita tetap bersatu oleh sejarah dan takdir yang sama
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut beberapa nama terkenal dari Prancis seperti Jean Nicolas Arthur Rimbaud, Claude Debussy, dan Henri Cartier-Bresson, yang terinspirasi oleh keindahan alam, budaya, dan masyarakat Indonesia.
Macron menyatakan bahwa para seniman Prancis ini telah berperan dalam membangun hubungan erat antara Indonesia dan Prancis, dimulai lebih dari seratus tahun yang lalu sebelum kemerdekaan Indonesia.
“Kedekatan yang kita rasakan malam ini bukanlah suatu kebetulan. Meskipun 12.000 kilometer memisahkan ibu kota kita, kita tetap terhubung oleh sejarah dan takdir bersama kita,” ujar Presiden Macron dalam sambutannya di acara makan malam di Istana Negara, Jakarta, Rabu malam.
“Selama dua abad, pelancong dan seniman, pengusaha, dan peneliti terus mengagumi negeri Anda. Di antara mereka adalah penyair Arthur Rimbaud, yang bermimpi di jalan-jalan Kota Semarang, dan menjelajah hingga Tuntang dan Salatiga,” tambahnya.
Selain itu, Macron menyebut komponis Claude Debussy yang musiknya dipengaruhi oleh gamelan Jawa setelah menghadiri pertunjukan gamelan di Paris tahun 1889.
“(Debussy) membawa elemen puisi kepulauan Anda ke dalam musik Barat,” ungkap Macron.
Terakhir, Macron mengenang Henri Cartier-Bresson, seorang fotografer legendaris yang banyak mengabadikan keindahan tarian Bali.
“Henri Cartier-Bresson menangkap keanggunan tarian Bali melalui lensanya, serta tarian paling indah di matanya, yakni tarian yang dibawakan istrinya, Ratna Mohini,” lanjut Macron.
Menurut Macron, seniman-seniman tersebut adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia dan Prancis. Tak hanya seniman, ada pula pelajar, mahasiswa, insinyur, dan warga Prancis lainnya yang pergi ke Indonesia untuk bekerja.
Macron merangkum hubungan ini dengan sebuah peribahasa Indonesia: “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.”
Macron yakin hubungan yang telah terjalin lama semakin mempererat persahabatan antara kedua negara.
Seniman yang disebutkan oleh Macron, seperti Arthur Rimbaud, adalah penyair berpengaruh dari Prancis yang menginjakkan kakinya di Jakarta pada 22 Juli 1876 sebagai serdadu Infanteri KNIL.
Setelah bertugas di Salatiga, Jawa Tengah, Rimbaud desersi pada 15 Agustus 1876 sebelum penugasannya ke Aceh. Terakhir kali terlihat di Stasiun Ambarawa, pelariannya menjadi misteri hingga Desember 1876 ketika ia diketahui kembali ke Eropa.
Sebuah plakat menghormati penyair ini terpasang di pintu rumah Wali Kota Salatiga saat ini.
Selain Rimbaud, Debussy, dan Cartier-Bresson, ada pula pelukis Genevieve Couteau yang terinspirasi dari Bali.








