Marthinus Sebut BNN Daerah Sebagai Garda Depan Deteksi Narkoba
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, menekankan bahwa BNN di tingkat Kabupaten/Kota difokuskan untuk menjadi pelopor dalam deteksi dini, kampanye anti-narkoba, serta membangun jaringan pencegahan dan rehabilitasi di tengah masyarakat.
Saat memberi pengarahan kepada delapan dari sembilan kepala BNN Kabupaten/Kota yang baru terbentuk di Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/7), ia menggarisbawahi bahwa BNN Kabupaten/Kota tidak memiliki wewenang untuk melakukan penangkapan dan penyidikan.
“Keputusan ini diambil dengan memperhitungkan keterbatasan sumber daya dan potensi kesalahan sasaran dalam penegakan hukum di tingkat kabupaten/kota,” ujar Komjen Pol. Marthinus, seperti yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Oleh karena itu, Kepala BNN RI menekankan pentingnya peran kepala BNN Kabupaten/Kota sebagai mitra strategis dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat kabupaten/kota.
Dia mengimbau agar semua kepala BNN Kabupaten/Kota membangun rasa percaya diri dan tidak hanya menjadi subordinat dalam berbagai forum koordinasi daerah.
“Tanamkan dalam diri kalian bahwa kalian adalah mitra kerja bagi kapolres, dandim, kejari, dan seluruh kementerian di tingkat kabupaten. Kalian harus memiliki keyakinan diri untuk itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah, mulai dari bupati, kapolres, komandan distrik militer (dandim), hingga kejaksaan dan pengadilan negeri.
Dia mengingatkan agar para kepala BNN Kabupaten/Kota aktif dalam beraudiensi dan membangun jaringan kerja lintas sektor.
Selain itu, ditekankan bahwa kemampuan manajerial, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan tugas, hingga evaluasi, adalah kunci keberhasilan dalam memimpin satuan kerja yang baru dibentuk.
Di sisi lain, Marthinus mengingatkan pentingnya membangun sinergi antara personel berlatar belakang kepolisian dan sipil di lingkungan BNN.
Ia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan kelas antara keduanya dan meminta agar nilai-nilai profesionalisme, disiplin, dan militansi diterapkan oleh seluruh jajaran, terutama dalam menghadapi situasi krisis dan pelayanan publik.
Sementara itu, ia juga menekankan tanggung jawab kepala BNN Kabupaten/Kota sebagai pengambil keputusan tertinggi di wilayahnya.
Jenderal polisi bintang tiga tersebut meminta agar seluruh kepala BNN Kabupaten/Kota menjaga integritas, membangun kontrol internal yang kuat, serta selalu hadir di kantor selama jam kerja untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Pengarahan ini merupakan bagian dari kegiatan pembekalan dan penguatan kapasitas kelembagaan guna memastikan unit baru dapat segera beroperasi secara efektif dalam menjalankan tugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi delapan kepala BNN Kabupaten/Kota baru dalam membangun sistem kerja yang efektif, kolaboratif, dan berintegritas dalam upaya P4GN di wilayah masing-masing.







