Home / Pendidikan / Pelajaran AI dan Coding Menunggu Regulasi Menteri

Pelajaran AI dan Coding Menunggu Regulasi Menteri

mata pelajaran ai dan coding tinggal tunggu peraturan menteri

Mata Pelajaran AI dan Coding Menunggu Regulasi Menteri

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan bahwa pengenalan pelajaran kecerdasan buatan (AI) dan Coding sebagai bagian dari kurikulum pilihan pada jenjang sekolah dasar hingga menengah kini menantikan Peraturan Menteri.

“Kami telah merampungkan naskah akademik beserta capaian pembelajaran untuk pelajaran Coding dan kecerdasan buatan. Saat ini, kami menunggu penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” jelas Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat berada di Kemenko PMK Jakarta, Selasa.

Pernyataan ini disampaikan Abdul Mu’ti sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai digitalisasi pendidikan nasional.

Ia menambahkan bahwa pelajaran tersebut akan tersedia sebagai opsi bagi siswa SD, SMP, dan SMA, dimulai dari kelas 5 SD. Kebijakan ini diharapkan dapat mempersiapkan siswa menghadapi tantangan era digital melalui penguasaan teknologi sejak dini.

Pelajaran Coding dan AI ini dijadwalkan untuk diterapkan pada tahun ajaran 2025-2026 di sekolah-sekolah yang memenuhi syarat.

Menurut Abdul Mu’ti, Kemendikdasmen berencana meluncurkan perangkat pembelajaran digital secara resmi pada 2 Mei 2025, yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

“Digitalisasi pendidikan ini merupakan bagian dari upaya kami mendukung implementasi pembelajaran Coding dan kecerdasan buatan,” ujarnya.

Di samping itu, Kemendikdasmen juga tengah mempersiapkan program pelatihan bagi guru agar siap mengajarkan materi Coding dan AI di kelas.

Pelatihan ini dilakukan bekerja sama dengan beberapa mitra dan telah didukung oleh pendanaan yang mencukupi.

“Kami berharap langkah ini dapat mempercepat transformasi pendidikan digital sesuai arahan Presiden,” tambahnya.

Abdul Mu’ti menekankan bahwa materi Coding dan AI tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga meliputi aspek etika dan karakter.

“Ada juga yang mencakup keshalehan digital agar siswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga melakukannya dengan cara yang bijak,” katanya.

Pemerintah berharap dengan inisiatif ini, pendidikan digital dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bermartabat untuk mendukung pendidikan berkualitas bagi semua.

Tag:

Category List

Social Icons