Home / Kesehatan / Mendukbangga: Peran Krusial Bidan dalam Keberhasilan KB dan Pencegahan Stunting

Mendukbangga: Peran Krusial Bidan dalam Keberhasilan KB dan Pencegahan Stunting

mendukbangga bidan tentukan keberhasilan kb dan pencegahan stunting

Mendukbangga: Peran Krusial Bidan dalam Keberhasilan KB dan Pencegahan Stunting

Bidan adalah penjaga kualitas generasi emas kita. Tanpa mereka, bonus demografi takkan bisa kita raih dengan sempurna.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa bidan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB) serta pencegahan stunting di masyarakat.

Di samping layanan medis, Wihaji menyoroti bahwa bidan juga menjadi pendamping, edukator, dan penyedia informasi yang tepat dan aman terkait kesehatan reproduksi.

“Jangan berbicara tentang sumber daya manusia yang unggul jika angka gizi buruk dan kematian ibu masih tinggi. Bidan adalah penjaga kualitas generasi emas kita. Tanpa mereka, bonus demografi takkan bisa kita raih dengan sempurna,” ungkapnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin.

Wihaji juga menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin kesehatan ibu dan anak pada masa bonus demografi, menjadikan peran bidan sangat krusial, mulai dari masa pranikah, kehamilan, persalinan, hingga perkembangan anak.

Bidan juga bertanggung jawab memastikan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Kemendukbangga/BKKBN dapat dijalankan dengan baik, mulai dari calon pengantin hingga anak balita, demi mewujudkan bonus demografi dan Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Ia memberikan apresiasi kepada bidan atas dedikasi mereka dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di seluruh negeri dan sebagai garda terdepan yang bekerja dengan penuh komitmen.

“Dengan kerja sama dan kolaborasi, kita dapat meningkatkan layanan kesehatan, memastikan ibu dan anak mendapat perlindungan terbaik, serta mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera,” tuturnya.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan dukungannya untuk meningkatkan kapasitas bidan melalui kolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pembentukan ekosistem pelatihan, yang memungkinkan bidan senior untuk membuka praktik mandiri dan membimbing bidan baru, terutama di daerah yang kekurangan tenaga kesehatan.

“Kami akan memastikan keberadaan jalur rujukan yang jelas antara bidan dan fasilitas kesehatan untuk keselamatan ibu dan bayi,” ujar Menkes.

Sementara itu, Ketua Umum IBI, Ade Jubaedah, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 35 ribu bidan praktik mandiri di Indonesia, dengan 18 ribu di antaranya telah bersertifikasi sebagai bidan delima, yaitu bidan yang menjalani pelatihan dan pengawasan berkelanjutan.

Kegiatan Fun Walk diselenggarakan oleh IBI bersama Kemendukbangga dan Kemenkes di Jakarta pada Minggu (8/6) untuk merayakan Hari Bidan Sedunia yang diperingati setiap 24 Mei.

Tag:

Category List

Social Icons