Home / Sosial / Mendukbangga: Membangun Kekuatan Bangsa Dimulai dari Keluarga

Mendukbangga: Membangun Kekuatan Bangsa Dimulai dari Keluarga

mendukbangga membangun negara kuat dimulai dari membangun keluarga

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan bahwa membangun kekuatan negara berawal dari pembangunan keluarga.

“Tugas negara akan terselesaikan jika ditopang oleh kekuatan keluarga, dan jika urusan keluarga selesai, maka semua urusan lain juga akan terselesaikan,” ujarnya dalam acara “Bincang Keluarga: Membangun Keluarga Harmonis dan Tangguh” di Kantor Kemendukbangga, Jakarta, Senin.

Ia menekankan bahwa dalam usaha membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas, terdapat tiga prinsip utama yang harus diprioritaskan.

“Pembangunan keluarga agar berkualitas harus mandiri, bahagia, dan tenteram,” tegasnya.

Wihaji menjelaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN terus berupaya mengoptimalkan pembangunan keluarga berkualitas secara bertahap melalui berbagai program, termasuk kerjasama dengan para ahli untuk mengedukasi tentang pola pengasuhan yang tepat.

“Kami akan menyelesaikan dua aspek yaitu kependudukan dan pembangunan keluarga secara bertahap. Pada intinya, pembangunan keluarga yang kita harapkan adalah mandiri, bahagia, dan tenteram. Jika kita telah berhasil membangun keluarga kita sendiri, insya Allah, membangun yang lain akan lebih mudah, karena fondasi utama adalah diri kita,” jelasnya.

Sementara itu, Praktisi Neuro Parenting Skill Aisah Dahlan yang menjadi pembicara utama dalam kegiatan tersebut menyampaikan cara membangun hubungan keluarga yang harmonis, tangguh, dan bahagia.

“Perlu dipahami bahwa kunci utama terletak pada kasih sayang, saling memahami, saling menghormati, dan saling mendukung satu sama lain,” ungkapnya.

Menurutnya, pengasuhan yang sehat adalah yang seimbang, di mana peran ayah penting dalam memberikan pengasuhan yang tegas seimbang dengan peran ibu sebagai pelaksana harian untuk melatih anak menjadi generasi yang kuat di masa depan.

“Pendampingan ayah harus tegas, bukan kasar, melainkan tegas dan tangguh. Ayah harus menjadi penentu visi dan misi pendidikan. Misalnya, jika ayah berbicara tentang tidak menyekutukan Tuhan, ibu yang menjelaskan. Begitu juga ketika berbicara tentang berbakti kepada orang tua, ayah yang harus menyampaikan, sedangkan cara berbaktinya, seperti pamit dan cium tangan, itu ibu yang menjelaskan,” tambahnya.

Keharmonisan keluarga merupakan indikator penting dalam kebahagiaan masyarakat Indonesia, dengan pengaruh terbesar pada kepuasan hidup sosial. Data BPS menunjukkan indeks kebahagiaan keluarga Indonesia mencapai 71,86 persen pada tahun 2023, dengan indeks ketentraman 59,79 persen dan kemandirian 52,49 persen.

Acara tersebut diadakan sebagai ajang silaturahmi antarpegawai dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 H, sekaligus memperdalam pemahaman tentang peran strategis pentingnya keluarga dalam mencetak generasi unggul serta pemahaman pembangunan keluarga yang harmonis dan berkualitas, yang sejalan dengan semangat Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Tag:

Category List

Social Icons