Memahami Dukungan Tegas Xi Jinping untuk Kemitraan China-Malaysia
Beijing (BERITA HARIAN ONLINE) – Di lereng bukit yang menghadap proyek East Coast Rail Link (ECRL) di Negara Bagian Pahang, Malaysia bagian timur, terdapat tulisan mencolok dalam bahasa Mandarin dan Melayu yang menyatakan “Konsultasi ekstensif, kontribusi bersama, manfaat bersama-membangun masa depan yang lebih baik” (Extensive consultation, joint contribution, shared benefits-building a better future).
Pesan yang singkat dan padat ini menggambarkan prinsip utama dari Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), yang kini menjadi kerangka kerja terkemuka untuk infrastruktur dan pembangunan global serta menciptakan kemitraan yang berkembang di berbagai belahan dunia.
Malaysia, sebagai salah satu titik penting di Jalur Sutra Maritim kuno, adalah salah satu negara pertama yang terlibat dalam kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra. Dengan dukungan kuat dari Presiden China Xi Jinping, kolaborasi bilateral dalam kerangka BRI telah menghasilkan banyak pencapaian.
Salah satu contohnya adalah ECRL, jalur kereta sepanjang 665 kilometer yang pembangunannya sedang dipercepat. Sebagai tanda pentingnya proyek ini bagi Xi, ia mengirim utusan khusus pada upacara peluncurannya pada 2017. Dalam pertemuannya dengan Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar di Beijing pada September 2024, Xi kembali menekankan perlunya usaha bersama untuk memastikan keberhasilan proyek ini.
Setelah selesai, jalur kereta ini akan menghubungkan wilayah pesisir timur Malaysia yang kurang berkembang dengan pusat ekonomi di pesisir barat, meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan yang seimbang. Proyek ini juga berpotensi terhubung dengan jalur kereta China-Laos dan China-Thailand, yang merupakan bagian dari Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru, sebuah jalur perdagangan internasional yang sangat penting.
“Jika ini terwujud, ECRL akan dapat memanfaatkan seluruh jaringan kereta Thailand dan terhubung dengan Kunming di China barat daya melalui Laos, yang akan menciptakan arus barang dan penumpang tanpa hambatan yang lebih besar di kawasan tersebut,” kata Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke Siew Fook.
Selain proyek jalur kereta, kolaborasi China-Malaysia juga meluas ke berbagai bidang lain. China tetap menjadi mitra dagang terbesar Malaysia selama 16 tahun berturut-turut, dengan volume perdagangan mencapai rekor tertinggi sebesar 212,04 miliar dolar AS pada 2024. Dalam beberapa tahun terakhir, buah-buahan tropis dari Malaysia seperti durian, manggis, dan nangka semakin digemari oleh konsumen di China.
Pada pertemuannya dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Beijing pada 2024, Xi mendorong Malaysia untuk menghadirkan lebih banyak produk berkualitas khas ke pasar China dan menyerukan kerja sama yang lebih erat di bidang-bidang baru seperti ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan energi baru.
“Hubungan ekonomi yang terus berkembang antara Malaysia dan China menunjukkan ketahanan dan keuntungan bersama dari hubungan bilateral kami. Perluasan investasi yang berkelanjutan di sektor-sektor bernilai tinggi seperti teknologi, energi hijau, dan manufaktur, akan semakin memperdalam kerja sama kami,” ujar Samirul Ariff Othman, ekonom di Universiti Teknologi Petronas Malaysia.






