KPR FLPP Harus Dimanfaatkan oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menegaskan bahwa masyarakat memiliki kesempatan untuk memiliki rumah pertama dengan memanfaatkan KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“KPR FLPP ini perlu dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang menginginkan rumah pertama. Daripada uangnya digunakan untuk hal lain, lebih baik untuk membeli rumah karena harga tanah dan bahan bangunan cenderung meningkat,” kata Ara dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ara menyampaikan bahwa ini merupakan momen yang tepat bagi rakyat Indonesia yang ingin memiliki rumah pertama dengan memanfaatkan KPR Sejahtera melalui skema FLPP, yang merupakan salah satu program prorakyat dari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
KPR FLPP memberikan kemudahan dengan uang muka hanya 1 persen, bunga tetap 5 persen, cicilan yang terjangkau sepanjang masa tenor, dan dilengkapi asuransi jiwa untuk debitur.
“Presiden Prabowo Subianto memiliki program prorakyat, yaitu Program 3 Juta Rumah. Ayo kita berikan kebahagiaan kepada rakyat Indonesia dengan menyediakan rumah subsidi yang layak huni, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis. Mari kita teruskan program KPR FLPP untuk rakyat dan doakan agar BP Tapera semakin sukses dan Bank BJB menjadi yang terdepan dalam penyerapan di Indonesia,” ungkap Ara.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan 350.000 rumah subsidi untuk masyarakat di seluruh Indonesia.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyatakan bahwa FLPP atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan adalah bantuan pembiayaan yang disediakan oleh pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah pertama.
Penyediaan rumah subsidi melalui KPR Sejahtera FLPP juga menjadi bagian dari program strategis Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini, yaitu Program 3 Juta Rumah.
“Sejauh ini, kami telah menyalurkan dana bantuan FLPP sebesar Rp15,730 triliun untuk 126.932 unit rumah,” jelas Heru.
Provinsi Jawa Barat menempati posisi teratas dalam kontribusi penyaluran FLPP tahun ini, dengan 29.856 unit rumah subsidi senilai Rp3,738 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Barat yang perlu difasilitasi dalam mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau.









