Home / kriminal / Pabrik Pembuat Uang Palsu di Bogor Beroperasi Selama Setengah Tahun

Pabrik Pembuat Uang Palsu di Bogor Beroperasi Selama Setengah Tahun

pabrik uang palsu di bogor beroperasi selama enam bulan

Pabrik Pembuat Uang Palsu di Bogor Beroperasi Selama Setengah Tahun

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pihak kepolisian mengungkap bahwa sebuah pabrik rumahan yang terlibat dalam pembuatan uang palsu di Kota Bogor, Jawa Barat, telah menjalankan operasinya selama setengah tahun sebelum digerebek oleh Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Selama enam bulan terakhir, DS telah memproduksi uang palsu,” ungkap Kapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kompol Haris Akhmad Basuki di Jakarta, pada hari Kamis.

Dia menjelaskan bahwa sindikat yang mengedarkan uang palsu ini terdiri dari delapan orang, di mana masing-masing anggota memiliki peran tersendiri, termasuk DS yang bertindak sebagai pencetak uang palsu.

Haris juga mengungkapkan bahwa DS sering dibantu oleh LB dalam proses pembuatan uang palsu di rumah yang disediakan oleh LB di Kota Bogor.

Kompol Haris menjelaskan bahwa kegiatan produksi ini telah berlangsung selama enam bulan. Namun, penyelidikan mengenai distribusinya masih terus dilakukan, karena pengungkapan kasus ini baru saja terjadi.

“Untuk jalur distribusinya dan berapa nominal yang telah diedarkan masih dalam pengembangan lebih lanjut. Namun, kami telah berhasil menyita sebanyak 23 ribu lembar uang palsu dengan nominal Rp100 ribu,” tambahnya.

Haris menambahkan bahwa sindikat ini melibatkan delapan orang yaitu MS, BI, E, BBU, BS, AY, DS, dan LB. Dari penangkapan para tersangka ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Akibat perbuatan mereka, kedelapan tersangka dijerat Pasal 26 Undang-undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda sebesar Rp10 miliar.

Sebelumnya, polisi menyebutkan bahwa pengungkapan pabrik uang palsu di Kota Bogor bermula dari penemuan sebuah tas yang tertinggal di kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Tanah Abang.

“Terdapat tas yang mencurigakan tertinggal di gerbong kereta menuju Rangkas Bitung,” ujar Haris.

Awalnya, petugas curiga dengan isi tas yang tertinggal di dalam gerbong dan menunggu pemiliknya untuk mengambilnya.

Ketika pemilik tas, yang berinisial MS (45), datang untuk mengambilnya, petugas menemukan bahwa tas tersebut berisi uang palsu pecahan Rp100 ribu dengan total mencapai Rp316 juta.

Tag:

Category List

Social Icons