Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Tantangan G7 dalam Mencapai Kesepakatan atas Konflik Iran-Israel
Teuku Rezasyah, seorang Profesor Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, menyatakan bahwa sekarang ini sangat sulit bagi negara-negara dalam Kelompok 7 (G7) untuk menemukan kesepahaman mengenai konflik antara Iran dan Israel.
Dia mengatakan, “Negara-negara G7 menghadapi kesulitan besar dalam mencapai konsensus di antara mereka sendiri. Terlebih lagi, ketergantungan mereka terhadap Amerika Serikat tampaknya berkurang,” ungkap Reza ketika dihubungi oleh BERITA HARIAN ONLINE di Jakarta pada hari Kamis.
Reza juga menjelaskan bahwa tantangan dalam rekonstruksi Israel dan pembagian peran dalam menekan Iran adalah faktor-faktor yang menghambat tercapainya kesepakatan di antara negara-negara G7.
Lebih lanjut, Reza menyebutkan bahwa negara-negara G7 memberikan dukungan dalam bentuk apapun kepada Israel, termasuk justifikasi atas tindakan Israel yang secara konsisten dipraktekkan di berbagai forum internasional seperti PBB.
“Mereka biasanya satu suara dan selalu mendukung kebijakan Israel,” kata Reza.
Reza menambahkan, negara-negara G7 seringkali berbeda pendapat dengan mayoritas negara-negara lain di dunia, terutama di Majelis Umum PBB.
“Namun, G7 tetap solid, dengan kekuatan teknologi dan militer yang kuat, kekayaan yang melimpah, serta investasi yang tersebar di seluruh dunia, membuat mereka berwibawa karena menguasai sumber daya keuangan dan informasi global,” tambahnya.
Ia juga menyatakan bahwa meskipun Israel terbukti melanggar Hak Asasi Manusia dan bertindak keras terhadap rakyat Palestina, sikap negara G7 umumnya cenderung bersimpati kepada Israel.
Mereka berpendapat bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri sebagai sebuah negara berdaulat, katanya.
Sebelumnya, pada hari Senin (16/6), para pemimpin negara-negara G7 yang berkumpul di Kanada kembali menegaskan komitmen mereka terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
“Dalam konteks ini, kami menegaskan bahwa Israel berhak untuk membela diri. Kami memperbarui dukungan kami terhadap keamanan Israel,” ujar para pemimpin dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.









