Pansus Soroti Pembangunan SJUT Jakarta yang Baru Mencapai Tiga Persen
Lima tahun belakangan ini hanya mencapai tiga persen, masalah Jakarta itu seharusnya 100 persen. Berapa ratus tahun lagi ini akan selesai? Inilah yang kita tidak tahu,
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta mengemukakan kekhawatirannya terkait lambannya pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) yang dalam kurun waktu lima tahun hanya mencapai tiga persen dari target yang telah ditetapkan.
“Kami meminta agar semua hal dapat diungkapkan, apa sebenarnya permasalahannya,” ujar Wakil Ketua Pansus Jaringan Utilitas DPRD DKI Jakarta, Husen, di Jakarta pada hari Senin.
Dia menjelaskan, pembangunan SJUT di ibu kota terbilang lambat karena dalam lima tahun hanya selesai kurang dari tiga persen. Karenanya, diperlukan percepatan agar pembangunan ini bisa segera terwujud.
Husen menambahkan bahwa dengan lambannya pembangunan SJUT, permasalahan kabel-kabel yang menjuntai di Jakarta tidak akan bisa diatasi dalam waktu dekat.
“Lima tahun belakangan ini hanya mencapai tiga persen, masalah Jakarta itu seharusnya 100 persen. Berapa ratus tahun lagi ini akan selesai? Inilah yang kita tidak tahu,” tegasnya.
Pansus berencana untuk menyelidiki lebih lanjut kendala yang dihadapi oleh dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bertugas menangani SJUT.
“Oleh karena itu, kita akan membuka semua. Apa saja kendalanya, permasalahan apa yang ada, karena hasilnya hanya bisa mencapai tiga persen,” tambahnya.
Husen berharap bahwa dengan adanya pansus Raperda jaringan utilitas ini, peraturan yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan SJUT di Jakarta bisa segera diwujudkan.
Pada Raperda SJUT juga diatur bahwa pemilik kabel jaringan utilitas harus memanfaatkan SJUT, dan jika tidak, bisa diproses hukum.
“Dengan adanya SJUT, tata kota akan semakin baik. Sanksinya tidak lagi hanya administratif, melainkan langsung pidana,” ungkap Husen.








