Home / pemerintahan / Pemkot Jakarta Barat Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Perpustakaan untuk Capai KLA

Pemkot Jakarta Barat Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Perpustakaan untuk Capai KLA

pemkot jakbar tingkatkan jumlah kualitas perpustakaan untuk penuhi kla

Pemkot Jakarta Barat Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Perpustakaan untuk Capai KLA

Kami telah mendirikan 215 perpustakaan

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) secara berkelanjutan memperbanyak dan meningkatkan mutu perpustakaan di wilayahnya guna memenuhi kriteria dalam evaluasi Kota Layak Anak (KLA).

‘Hingga saat ini, kami telah mendirikan 215 perpustakaan hasil dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), reses DPRD DKI Jakarta, serta usulan langsung,’ ujar Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) Kota Jakbar, Ahmad Jazuri, saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Jumlah perpustakaan ini akan bertambah menjadi 83 unit pada tahun 2025 dari yang sebelumnya berjumlah 132 unit pada tahun 2023.

‘Jadi, ada peningkatan jumlah perpustakaan dari tahun sebelumnya,’ kata Ahmad.

Ia menambahkan bahwa layanan perpustakaan merupakan salah satu cara untuk memenuhi hak anak terhadap informasi.

‘Di sana tersedia informasi berupa buku, majalah, dan media digital yang dapat membantu anak-anak dalam belajar, memperluas pengetahuan, serta mengeksplorasi dunia,’ jelasnya.

Selain perpustakaan atau pojok baca, pihaknya juga menyediakan layanan koleksi untuk anak di Sudin Pusip Jakarta Barat yang dinilainya representatif dengan luas 10×15 meter.

Perpustakaan ini memiliki koleksi sebanyak 17 ribu buku, permainan edukatif, dan permainan tradisional.

‘Kami juga memiliki 12 kendaraan perpustakaan keliling yang melayani delapan kecamatan dan 56 kelurahan. Pada tahun 2024, kami telah mencakup 1.304 titik layanan,’ ungkap Ahmad.

Lebih lanjut, pengembangan layanan perpustakaan juga dilakukan di 58 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang tersebar di wilayah Jakarta Barat.

‘Setiap RPTRA memiliki perpustakaan dengan koleksi 100-500 buku. Pengelola RPTRA yang menjaga perpustakaan juga mendapatkan pembinaan khusus. Mereka kami latih dan bina mengenai perpustakaan setiap tahunnya,’ kata Ahmad.

Sampai saat ini, layanan fasilitas informasi layak anak yang tersedia di perpustakaan RPTRA, pojok baca, serta perpustakaan keliling Sudin Pusip Jakbar sudah dinikmati oleh 641.147 orang.

‘Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan Sudin Kesehatan dan Tim Penggerak PKK Jakbar untuk mengadakan pelatihan membacakan buku cerita bagi anak yang masih dalam kandungan. Rencananya, pelatihan ini akan dimulai April 2025 hingga akhir tahun,’ katanya.

Data yang dikumpulkan BERITA HARIAN ONLINE menyatakan bahwa KLA adalah konsep pembangunan di kota atau kabupaten yang berfokus pada pemenuhan hak dan perlindungan anak secara menyeluruh.

Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), KLA adalah sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, dengan memastikan setiap anak mendapatkan hak-haknya, termasuk hak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat.

KemenPPPA memberikan penghargaan kepada kota atau kabupaten yang berhasil menerapkan prinsip-prinsip KLA dalam pembangunan daerahnya.

Penghargaan ini dibagi dalam beberapa kategori, yaitu: Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan kategori tertinggi adalah Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA).

Tag:

Category List

Social Icons