Home / Sosial / Penertiban PMKS di Jakarta Timur: Pengemis Bawa Anak dan Pengamen Terjaring

Penertiban PMKS di Jakarta Timur: Pengemis Bawa Anak dan Pengamen Terjaring

pengemis bawa anak hingga pengamen terjaring razia pmks di jaktim 1

Penertiban PMKS di Jakarta Timur: Pengemis Bawa Anak dan Pengamen Terjaring

Kegiatan penertiban dimulai sekitar pukul 19.00 WIB

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Tim gabungan dari Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) mengadakan razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dilaksanakan pada Senin malam di beberapa jalan utama, berhasil menjaring pengemis yang membawa anak dan juga pengamen.

“Kegiatan malam ini adalah tindak lanjut instruksi pimpinan terkait PMKS yang membawa anaknya di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Klender baru. Hasilnya, ditemukan tiga PMKS,” ujar Jamal, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Duren Sawit, setelah melakukan razia PMKS di wilayah Jakarta Timur, Senin dini hari.

Penertiban dimulai sekitar pukul 19.00 WIB bersama Camat Duren Sawit, Kasie Pemerintah Kecamatan Duren Sawit, Kepala Seksi, Polsek Duren Sawit, Sudin Perhubungan, dan Sudin Sosial Jakarta Timur melalui Satuan Tugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S).

Jamal menyatakan bahwa dalam razia tersebut, petugas Satpol PP Duren Sawit sempat berargumen dengan seorang perempuan PMKS yang membawa anaknya untuk mengemis.

Perempuan tersebut menolak saat hendak didata oleh petugas setempat. Dia juga mengklaim belum mulai meminta-minta di wilayah tersebut.

“Kami menjaring pengemis di beberapa lokasi mulai dari Jalan I Gusti Ngurah Rai di depan Stasiun Klender Baru,” kata Jamal.

Selain itu, Jamal menambahkan, razia ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dari kejahatan jalanan.

Proses razia menargetkan pengamen yang memanfaatkan anak untuk dieksploitasi atau mencari keuntungan.

“Tiga PMKS ini selanjutnya kita bawa ke panti Cipayung untuk mendapatkan pembinaan. Kami mengimbau masyarakat terkait PMKS agar tidak ada lagi, karena hal ini menjadi keluhan dan keresahan masyarakat,” tutur Jamal.

Sebelumnya diberitakan, seorang PMKS yang membawa anak dengan kondisi tertidur di sekitar Stasiun Klender Baru, Jakarta Timur sempat menangis histeris hingga dibela oleh preman sekitar saat hendak diamankan.

PMKS yang mengenakan kostum badut di sekitar Stasiun Klender Baru, Jakarta Timur sudah berlangsung lebih dari delapan tahun.

Petugas Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Timur melalui Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Posko Buaran melakukan penjaringan pengemis, Minggu (25/5) malam.

“Selang beberapa menit (saat penjaringan), pengemis berteriak-teriak menangis histeris membuat masyarakat bahkan preman di area tersebut membela pengemis,” ungkap Rizqon Hermawan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, saat dihubungi BERITA HARIAN ONLINE di Jakarta Timur, Senin (26/5).

Rizqon menyebut bahwa pengemis tersebut masih memiliki suami yang adalah seorang sopir angkot. Saat pengemis itu menangis, petugas langsung dikerumuni oleh preman di area tersebut.

Petugas hanya memberikan edukasi dan meminta pengemis tersebut meninggalkan Stasiun Klender Baru untuk menghindari kericuhan yang semakin besar dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Laporan ini telah diterima berulang kali melalui manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management/CRM). Petugas juga sudah berulang kali menghalau pengemis yang dimaksud.

Tag:

Category List

Social Icons