PPIH Arab Saudi Sampaikan Sembilan Arahan Penting Selama Armuzna
Dalam pertemuan koordinasi antara Kementerian Haji Arab Saudi dan PPIH Arab Saudi, sembilan arahan penting disampaikan yang harus menjadi pedoman bagi seluruh jamaah haji Indonesia, terutama menjelang pergerakan Armuzna.
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyampaikan sembilan arahan penting dari Pemerintah Arab Saudi kepada jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Dalam pertemuan koordinasi antara Kementerian Haji Arab Saudi dan PPIH Arab Saudi, sembilan arahan penting disampaikan yang harus menjadi panduan bagi seluruh jamaah haji Indonesia, khususnya menjelang pergerakan Armuzna,” ujar Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, dalam pernyataan resmi di Jakarta pada hari Kamis.
Berikut adalah sembilan arahan tersebut:
1. Pembatasan keluar tenda saat cuaca ekstrem
Jamaah dilarang meninggalkan tenda di Arafah dan Mina antara pukul 10:00 hingga 16:00 Waktu Arab Saudi karena suhu diprediksi akan mencapai 50 derajat Celsius. Hal ini untuk menjaga keselamatan dan kesehatan jamaah.
2. Kedisiplinan dalam pergerakan Armuzna
Jamaah harus mengikuti jadwal pergerakan resmi sesuai syarikah masing-masing, serta dilarang bergerak sendiri atau keluar dari syarikah dan bergerak di luar penempatannya.
3. Larangan penyembelihan di luar program Adahi
Proses penyembelihan hewan al-hady/dam dan kurban (sapi, kambing, atau unta) hanya dapat dilakukan melalui program Adahi yang dikelola oleh Kerajaan Arab Saudi.
“Penyembelihan di luar program Adahi, termasuk melalui calo atau lokasi yang tidak berizin, sangat dilarang,” jelas Muchlis.
4. Pengaturan jadwal melontar jumrah
Pelaksanaan melontar jumrah harus mengikuti jadwal resmi yang ditetapkan oleh syarikah atau markas layanan, dan jamaah dilarang melakukannya secara bebas dan individual.
5. Kepemilikan dan penggunaan kartu nusuk
Setiap jamaah wajib membawa dan menjaga kartu nusuk. Petugas harus memastikan tidak ada jamaah yang kehilangan atau tidak memiliki kartu tersebut.
“Jangan sampai ada jamaah yang tidak bisa masuk ke Masjidil Haram karena masalah kartu nusuk,” tambahnya.
6. Menjaga kesehatan
Jamaah diingatkan untuk menjaga kesehatannya dengan selalu memakai masker, menggunakan payung saat di luar tenda, mencuci tangan, menggunakan penyanitasi tangan, serta mengonsumsi makanan yang sehat dan cukup cairan.
7. Saluran pengaduan layanan syarikah
Jika ada keluhan terkait listrik, air, pendingin ruangan, atau fasilitas lainnya, jamaah dapat menghubungi nomor pengaduan resmi 1966. Semua petugas diminta untuk mensosialisasikan nomor ini kepada jamaah.
8. Kehadiran dan kontak petugas di tenda
Petugas kelompok terbang (kloter) harus hadir di tenda bersama jamaah dan nomor kontak mereka harus dapat diakses dengan mudah jika terjadi keadaan darurat.
9. Keteladanan jamaah Indonesia
Jamaah haji Indonesia mewakili sekitar 25 persen dari total jumlah jamaah haji dunia, oleh karena itu diharapkan mereka dapat menjadi contoh dalam ketaatan terhadap aturan, disiplin, dan menjaga citra positif Indonesia di dunia internasional.
Muchlis menegaskan bahwa PPIH Arab Saudi akan memastikan semua poin arahan tersebut diikuti secara menyeluruh, baik oleh petugas maupun jamaah.









