Inisiatif EduBee UI Kembangkan Budidaya Lebah Tanpa Sengat di Pesantren Klaten
Program EduBee mengilhami para santri dengan pengalaman edukatif, terutama dalam memahami pentingnya ekosistem lebah bagi lingkungan
Depok (BERITA HARIAN ONLINE) – Universitas Indonesia (UI) memulai program EduBee untuk memperkuat pendidikan ekologi dan kewirausahaan berbasis budidaya lebah tanpa sengat di Pesantren Raudhatul Qur’an 1 Klaten.
Program ini diluncurkan sejak Februari 2025, sebagai bagian dari Hibah Seed Funding Lektor Kepala Skema Hibah Pengabdian Masyarakat, yang diinisiasi oleh Dr Tania Surya Utami bersama tim dari Program Studi Teknik Bioproses, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) UI.
“Budidaya lebah tanpa sengat menawarkan sejumlah keunggulan, terutama terkait keamanan, manfaat ekonomi, serta dampak positif terhadap lingkungan,” ujar Dr Tania, di Depok, Selasa.
Lebah tanpa sengat tidak menimbulkan sengatan, sehingga aman untuk dibudidayakan di berbagai lokasi, termasuk area perkotaan. Selain itu, lebah ini menghasilkan produk bernilai tinggi seperti madu, propolis, dan pollen.
Enam puluh koloni lebah tanpa sengat ditempatkan di dua lokasi, yaitu area pesantren dan kawasan depo pasir abu batu di lereng Merapi. Hasil pemantauan memperlihatkan semua koloni dalam keadaan aktif dan sehat.
Aktivitas mencari makan berlangsung stabil dari pagi hingga menjelang siang. Koloni di area depo pasir abu batu menunjukkan pertumbuhan paling cepat, menandakan potensi area tersebut sebagai lokasi budidaya yang optimal.
“Untuk melaksanakan program ini, 36 santri terlibat dalam pelatihan dan pengelolaan koloni lebah. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang peran ekologis dan potensi ekonomi lebah tanpa sengat, tetapi juga menanamkan keterampilan budidaya yang dapat dikembangkan secara mandiri,” tambahnya.
Perwakilan Pesantren Raudhatul Qur’an Klaten, Ustadz Zaim, menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat, termasuk meningkatkan kesadaran santri terhadap lingkungan, menciptakan peluang usaha baru, serta memberikan keterampilan manajemen peternakan.
Lebah yang berkembang dapat mendukung proses penyerbukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman di sekitar pesantren.
“Program EduBee mengilhami para santri dengan pengalaman edukatif, terutama dalam memahami pentingnya ekosistem lebah bagi lingkungan,” ujarnya.
Melalui program ini, wawasan santri mengenai kewirausahaan berbasis pelestarian alam semakin terbuka. Kami berharap program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata tidak hanya bagi pesantren kami, tetapi juga untuk pesantren lain di Indonesia.
Selain memberikan manfaat edukatif dan ekologis, program EduBee berpotensi mendorong pergerakan ekonomi di lingkungan pesantren.
Dengan mengembangkan lebah tanpa sengat, pesantren dapat membuka peluang usaha mandiri yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren.
Model ini dapat diterapkan di pesantren lain, menjadi katalis untuk pertumbuhan ekonomi berbasis ekologi dan memberdayakan komunitas lokal.








